Animated flag images by 3DFlags.comSEMOGA SEMUA YANG SAYA UPLOAD DI BLOG INI BERGUNA BAGI TEMAN-TEMAN, BLOG INI SEBAGIAN BESAR BERISI TENTANG BAHAN-BAHAN KULIAH SAYA YANG JUGA SAYA GUNAKAN SEBAGAI ARSIP SENDIRI, JADI BANYAK YANG BUKAN TULISAN SAYA SENDIRI... MOHON DIMAKLUMI Animated flag images by 3DFlags.com

Jumat, 04 November 2011

Pembahasan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang 
Setiap mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu pendidikan (FKIP) mempunyai kewajiban untuk melaksanakan salah satu kegiatan / matakuliah wajib bagi calon guru yaitu Program Pengalaman Laporan (PPL). Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukan dari UKSW dilaksanakan di sekolah-sekolah yang menjalin kerjasama dengan FKIP-UKSW antara lain di SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga.
Program pengalaman lapangan merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa calon guru. Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam rangka pembentukan calon guru dan tenaga guru dan kependidikan yang profesinal. Kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai guru inilah yang dibentuk melalui PPL.
Untuk menjadi guru yang profesional, kompetensi yang harus dimiliki seorang calon guru di antaranya adalah:
1.      Kompetensi Pedagogis (meliputi kemampuan dalam mengajar)
2.      Kompetensi Profesional (meliputi kemampuan dalam menciptakan Pembelajaran yang PAIKEM)
3.      Kompetensi Kepribadian ( meliputi kedisiplinan, tanggung-jawab, dll )
4.      Kompetensi Sosial (meliputi kemampuan dalam berinteraksi dengan sekitarnya)
Untuk itu calon guru memerlukan modal kesiapan baik yang berupa mental, ilmu pengetahun, keterampilan, pengalaman, serta kegiatan pembelajaran yang sistematik selama belajar di suatu lembaga pendidikan baik diperkuliahan maupun  praktek di sekolahan. Oleh karena itu, sebelum mahasiswa calon guru lulus dalam program S-1 PGSD, diwajibkan terlebih dahulu mengenal lapangan lebih dekat dan mempraktekkan kependidikannya seperti praktek kerja atau sering disebut dengan istilah Program Pengalaman Lapangan (PPL).

1.2.      Tujuan PPL
1.2.1        Tujuan Umum
Untuk melatih praktikan agar memiliki kemampuan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dipelajari dalam situasi nyata, baik untuk kegiatan mengajar maupun  tugas-tugas non mengajar dalam rangka membentuk calon guru tenaga kependidikan yang profesional.

1.2.2        Tujuan Khusus
Untuk melatih praktikan agar :
1.        Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, serta sosial sekolah tempat kerjanya kelak
2.        Mampu menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing
3.        Mampu menciptakan dan membawakan pembelajaran yang aktif, kreatif, serta menyenangkan bagi siswa.
4.        Mampu menarik pelajaran dari penghayatan dan pengalamannya selama latihan melalui refleksi yang merupakan salah satu ciri penting pekerjaan profesional.
5.        Memiliki kemampuan mengelola program belajar mengajar (program pembelajaran)
6.        Memiliki kemampuan mengelola kelas
7.        Memiliki kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar
8.        Memiliki kemampuan merancang dan menggunakan media atau sumber belajar
9.        Memiliki kemampuan melakukan evaluasi pembelajaran
10.    Mampu melaksanakan pelayanan bimbingan
11.    Mengenal dan mampu menyelenggarakan administrasi sekolah
12.    Mampu melaksanakan kegiatan ektrakulikuler sekolah

1.3.Motivasi Mengikuti PPL
Kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) motivasinya  adalah untuk mengembangkan diri menjadi professional. Oleh karena itu, bantuan dan bimbingan harus didapatkan sedemikian rupa dari pihak sekolah sehingga mahasiswa calon guru dapat memanfaatkannya untuk memperbaiki unjuk kerjanya.
Selain itu juga, ada beberapa hal yang juga menjadi motivasi mahasiswa calon guru untuk mengikuti kegiatan PPL yaitu :
1.            Untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, serta akademik sosial sekolah yang menjadi tempat PPL, sehingga  tidak mengalami kesulitan bila sudah terjun di tempat kerja kelak.
2.            Untuk menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan terintegrasi sesuai dengan apa yang sudah didapatkan dibangku kuliah dan pengalaman para pembimbing dalam situasi nyata di bawah bimbingan para pembimbing di tempat PPL.
3.            Pengalaman yang kelak di dapat pada saat mengikuti PPL dapat dijadikan sebagai penambah wawasan dan motivasi kedepan kelak.











BAB II
LAPORAN PENGENALAN LAPANGAN (OBSERVASI)

2.1         Observasi
Pengenalan lapangan adalah serangkaian kegiatan yang diprogramkan dalam PPL, yaitu suatu tahap kegiatan, untuk mengakrabkan calon guru dengan dunia sekolah melalui observasi dan lingkungan penghayatan berbagai aspek kehidupan di sekolah.

2.2         Tujuan
Agar calon guru :
1.        Mengenal keadaan fisik  sekolah serta pengaruhnya terhadap interaksi belajar mengajar.
2.        Mengenal karakteristik guru dan siswa
3.        Mengenal pelaksanaan tugas guru sebagai pendidik dan sebagai pengajar
4.        Mengenal kurikulum sekolah

2.3         Sasaran Observasi
Hal-hal yang perlu diobservasi sebagai bahan yang perlu dikenal terlebih dahulu sebelum penulis berlatih mengajar adalah :
a.         Model – model mengajar guru pamong
Setelah praktikan mengadakan observasi didalam kelas yaitu dari kelas I – VI, praktikan dapat melihat langsung model pembelajaran guru didalam pelaksaksanaan KBM. Sebagian besar model pembelajaran guru yaitu dengan model ceramah dan tanya jawab. Alat peraga kurang begitu nampak dalam pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada guru.
b.        Lingkungan fisik sekolah
Lingkungan fisik sekolah secara keseluruhan sangat mendukung dalam kegiatan belajar mengajar, sarana dan prasarana belajar yang ada di dalam tiap-tiap kelas cukup mendukung dalam kegiatan pembelajaran .
Berikut adalah sarana dan prasarana yang ada di lingkungan sekolah :
No
Sarana dan Prasarana
Jumlah
1
Ruang Kelas
6
2
Perpustakaan
1
3
PSB
1
4
Ruang Agama Kristen
1
5
Kamar mandi siswa
2
6
Kamar mandi guru
6
7
Kantor guru
1
8
Gudang
1
9
Lapangan
1
10
Tempat parkir
1
11
UKS
1
12
Rumah penjaga sekolah
1
Jumlah
23
















c.         Perlengkapan ruang belajar
Perlengkapan ruang belajar secara umum  sudah baik, kebersihan di ruang kelas dan lingkungan sekolah sebagai perlengkapan belajar sudah cukup bersih, papan tulis mencukupi dan berkualitas dalam kegiatan belajar mengajar, kursi dan meja tersedia sebanyak siswa yang ada di dalam tiap-tiap kelas. Keadaan dan letak posisi kelas mendapat cukup sinar matahari , serta sirkulasi udara yang sejuk.  Terdapat jam didinding kelas dan jam kedatangan siswa. Serta buku-buku paket dan gambar peta ( Dunia dan wilayah Salatiga) dan gambar gambar pahlawan sebagai penunjang dalam proses belajar mengajar semua mata pelajaran tersedia di setiap masing – masing kelas.



NO
Perlengkapan Ruang Belajar
Jumlah
1
Papan Tulis
1
2
Almari
1
3
Meja Guru
1
4
Rak Guru
1
5
Bangku
Sesuai Jumlah siswa setiap kelas
6
Meja
Sesuai Jumlah siswa setiap kelas
7
Jam Dinding
1
8
Papan Absensi
1
9
Papan Pajangan
1
10
Jam Kedatangan Siswa
1














d.        Perpustakaan
Tersedia ruang khusus perpustakaan. Terdapat beberapa koleksi buku, baik buku pelajaran, koran, buku cerita dalam bahasa Inggris, buku cerita rakyat, buku Ensiklopedi, serta terdapat beberapa buku pelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan sebagainya. Di SDN Mangunsari 02 ini terdapat petugas khusus di bidang perpustakaan. Sehingga perpustakaan di SD Mangunsari 02 ini bisa berfungsi dengan maksimal dan menjadikan siswa lebih minat untuk membaca.
e.         Perangkat administrasi sekolah
Berisi tentang tata tertib sekolah, struktur organisasi sekolah, kalender pendidikan, daftar presensi guru pamong, buku induk, profil sekolah, visi dan misi sekolah dan sebagainya. Dapat dilihat dalam lampiran.
f.         Perangkat administrasi kelas
Di dalam tiap-tiap kelas terdapat skema kepengurusan kelas, jadwal pelajaran, absensi kelas, RPP, silabus, prota, promes, buku paket pelajaran, daftar piket, papan absensi siswa, dan papan kedatangan siswa.
g.        Perangkat kurikulum
Kurikulum yang berlaku mengacu pada KTSP semua bidang studi program dalam semesteran, guru memiliki persiapan tertulis seperti RPP dan evaluasi tindak lanjut jika siswa belum berhasil dalam proses pembelajaran.
h.        Personalia
Personalia di sekolahan SDN Mangunsari 02 Salatiga terdiri dari 1 kepala sekolah, 9 orang guru tetap, 5 orang  wiyata bhakt yang terdiri dari 2 guru tidak tetap dan 3 pegawai tidak tetap.
i.          Siswa
Latar belakang siswa yang berada di SDN Mangunsari 02 Salatiga adalah berasal dari latar belakang keluarga mayoritas menengah kebawah. Dimana siswa dalam pembelajaran kurang adanya dukungan dari ruang lingkup keluarga sehingga pencapaian hasil pembelajaran di sekolah kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil prestasi siswa.
NO
KELAS
JENIS KELAMIN
JUMLAH
LAKI - LAKI
PEREMPUAN
1
1
17
8
25
2
2
16
11
27
3
3
12
9
21
4
4
12
12
24
5
5
12
10
22
6
6
7
9
16

JUMLAH
135
















BAB III
LAPORAN LATIHAN MENGAJAR TERBIMBING

Pada Bab III dijelaskan pengertian, tujuan dan pelaksanaan latihan mengajar terbimbing dalam kegiatan Program Pengalaman Lapangan di SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga.

3.1         Pengertian Latihan Mengajar Terbimbing
               Latihan mengajar secara terbimbing adalah latihan menerapkan keterampilan mengajar di depan kelas dengan bimbingan guru pamong.
               Selama berlangsungnya PPL di SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga, para praktikan telah melaksanakan latihan mengajar di depan kelas secara terbimbing delapan kali. Latihan mengajar tersebut dilakukan pada setiap kelas. Mata pelajaran yang diajarkan oleh para praktikan kepada siswa mencakup beberapa mata pelajaran, yaitu :
1.         Pkn ( Pendidikan Kewarganegaraan )
2.         Bahasa Indonesia
3.         Matematika
4.         IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam )
5.         IPS ( Ilmu Pengetahuan Sosial )
6.         Olah Raga
Jadwal pelaksanaan latihan mengajar terlampir.

3.2         Tujuan Mengajar Terbimbing
               Latihan mengajar terbimbing bertujuan agar praktikan dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan secara terintegrasi yang diperlukan oleh seorang guru untuk berlatih mengajar di sekolah yang sebenarnya. Penguatan pengetahuan dan keterampilan tersebut dimaksudkan sebagai kendali yang mencegah terjadinya situasi “coba-coba” yang mengakibatkan siswa menjadi korban kesalahan mahasiswa calon guru.


3.3         Pelaksanaan Latihan Mengajar Terbimbing
         Penyelenggaraan praktek terbimbing terdiri dari dua tahap yaitu:
1.         Tahap Penyusunan Program
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh praktikum pada tahap ini adalah:
a.       Meminta bahan pelajaran atau tugas dari guru pamong.
Kegiatan praktek mengajar dilakukan 1 minggu setelah penyerahan praktikan di SD. Praktek mengajar pratikan lakukan selama 8 minggu. Dalam 1 minggu praktikan mengajar  2 kali yaitu tanggal 14 Juli 2011 - 29 September 2011 dan tiga hari sebelum praktikan melakukan praktek mengajar, praktikan selalu meminta tugas kepada guru pamong. Hal ini dilakukan agar praktikan mempunyai waktu untuk mempersiapkan bahan mengajar dan yang terpenting dan terutama adalah membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

b.      Mencari sumber-sumber yang digunakan (buku pegangan wajib, buku tambahan, majalah, narasumber, dll).
Guru pamong memberikan tugas kepada praktikan dan menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan oleh praktikan. Dan guru pamong menentukan materi pelajaran, waktu dan kelas kepada praktikan. Setelah praktikan mengetahui tugas yang diberikan oleh guru pamong maka praktikan langsung mencari sumber atau meminjam buku pedoman dan buku penunjang untuk membuat bahan ajar.
Buku pedoman dan buku penunjang praktikan cari baik dengan cara meminjam pada masing-masing kelas dan juga dengan cara mencari di internet. Praktikan mencari sumber – sumber untuk membantu praktikan dalam membuat bahan pembelajaran dan membuat evaluasi yang akan digunakan untuk mengajar di kelas yang sudah ditentukan oleh guru pamong.

c.        Merancang, membuat/mencari media pendidikan yang akan digunakan.
Setelah praktikan membuat bahan pembelajaran dengan berpedoman pada sumber-sumber belajar yang telah dicari, maka praktikan menentukan media yang akan dipakai. Tentu saja praktikan memilih media yang sesuai dangan materi dan yang mudah digunakan oleh siswa.
Media sangat penting digunakan dalam proses pembelajaran, karena membantu praktikan dalam menyampaikan materi. Dan juga membantu siswa dalam memahami materi yang akan disampaikan.
Dalam praktik mengajar di kelas praktikan membuat berbagai macam alat poeraga dalam setiap mengajar dari kelas I sampai VI. Alat peraga tersebut disesuaikan dengan materi dan mata pelajaran yang akan diajarkan

d.      Membuat rencana pembelajaran (untuk setiap pelajaran)
Dalam praktek mengajar di kelas, para praktikan harus membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP adalah rencana yang mengggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Didalam RPP terdapat beberapa pokok bagian yaitu: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode dan model pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber dan bahan pembelajaran, penilaian. Praktikan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan cara mengembangkan silabus yang dipinjamkan oleh guru pamong. Praktikan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3 hari sebelum mengajar. Sehingga praktikan mempunyai pengalaman yang penting untuk membuat RPP. Praktikan melakukan praktik mengajar terbimbing sebanyak 8 kali dari kelas I – VI, dan sebanyak 8 kali juga praktikan membuat RPP untuk rancangan mengajar. Karena praktikan mengajar dalam kelas dan mata pelajaran yang berbeda.

e.       Konsultasi
Setelah praktikan mendapatkan tugas dari guru pamong dan menentukan atau mencari sumber belajar maka praktikan menentukan media pembelajaran. Setelah menentukan media pembelajaran, maka praktikan membuat rancangan RPP. Praktikan belum memahami bagaimana rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik, maka setelah membuat RPP praktikan mengkonsultasikan kepada guru pamong. Saat konsultasi RPP tersebut guru pamong membimbing praktikan dalam menyusun RPP yang baik. Guru pamong memberi saran jika ada hal-hal yang kurang dalam penyusunan RPP. Konsultasi dilakukan sebanyak dua kali  dalam 3 hari sebelum mengajar. Praktikan meminta waktu kepada guru pamong untuk konsultasi pada jam istirahat.

2.         Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaanlah praktikan melakukan atau berlatih mengajar yang sesungguhnya. Dan saat mengajar, praktikan juga harus menyesuaikan dengan materi di dalam  RPP. Praktikan memulai praktik mengajar pertama kali di kelas III kemudian di kelas V, VI, IV, V, IV, I dan II. Saat pelaksanaannya pun praktikan juga masih dibimbing oleh guru pamong karena praktikan masih praktik terbimbing. Praktikan melaksanakan praktik mengajar sedikit mengalami kesulitan dalam manajemen kelas, hal ini disebabkan oleh siswa yang masih saja ramai atau bercanda dengan teman. Praktikan dalam setiap 1 kali mengajar menggunakan waktu 2 x 35 menit atau 2 jam pelajaran. Adapun rincian kegiatannya adalah sebagai berikut.

1)        Mengajar Terbimbing di Kelas Tinggi
a)   Mengajar terbimbing di kelas III
Pada hari sabtu tanggal 23 Juli 2011 praktikan memperoleh tugas mengajar yang pertama di kelas IIIpembelajaran tematik dengan tema lingkungan ( bahasa Indonesia, IPA, IPS ).
Dengan materi :
1.      Bahasa Indonesia : menjawab pertanyaan bacaan.
2.      IPA       : mengidentifikasi sifat-sifat khusus benda cair.
3.      IPS        : memelihara lingkungan dengan cara yang baik.
Dalam pembelajaran materi yang lebih ditonjolkan adalah IPA, dengan alat peraga menggunakan air, botol, selang, pewarana, serta gambar untuk mendemonstrasikan berbagai sifat benda cair.Untuk bahasa Indonesia siswa disajikan sebuah bacaan tentang lingkungan yang kemudian siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bacaan tersebut. Sedangkan untuk IPS tentang pemeliharaan lingkungan siswa mengamati gambar-gambar tentang lingkungan dan mengidentifikasi  cara-cara merawat lingkungan.
Di akhir pembelajaran siswa mengerjakan soal evaluasi.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Penggunaan bahasa baku masih kurang, dan perlu ditingkatkan.
Ø  Alat peraga sudah bagus, sesuai pembelajaran.
Ø  Penguasaan kelas tingkatkan lagi.


b)        Mengajar terbimbing di kelas V
Pada hari rabu tanggal 27 Juli 2011 praktikan memperoleh tugas mengajar terbimbing yang ke 2 dikelas V mapel Matematika materinya tentang operasi hitung bilangan cacah dengan menggunakan sifat-sifatnya. dalam pembelajaran ini praktikan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Dalam awal pembelajaran praktikan membuat demonstrasi dengan jumlah uang yang ditaruh dalam tiga saku baju dan celana walaupun dipindah-pindah ternyata jumlahnya juga tetap sama. Kemudian dilanjutkan denga ilistrasi membuat es the manis untu membuktikan sifat komutatif pada operasi hitung. Kemudian siswa mengerjakan LKS supaya lebih memahami sifat tersebut.
Diakhir pembeajaran siswa mengerjakan lembar evaluasi.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Apersepsi sudah bisa untuk memancing siswa memahami materi yang akan disampaikan
Ø  Penguasaan kelas sudah bagus.
Ø  Keseluruhan sudah bagus
Ø  Tingkatkan terus.

c)        Mengajar terbimbing kelas VI
Pada hari sabtu tanggal 6 Agustus 2011 praktikan memperoleh tugas untuk mengajar  Bahasa Indonesia dengan materi unsur-unsur dalam cerita ( tokoh, watak, latar, tema, dan amanat dari cerita anak) . Diawal kegiatan guru mengingatkan siswa tentang materi ini karena dikelas sebelumnya juga sudah pernah diajarkan, dalam pembelajaran ini praktikan menggunakan laptop dan LCD untuk menampilkan bacaan di depan kelas. Setelah itu siswa berdiskusi dalam kelompok berpasangan dan maju untuk menyampaikan hasil diskusi.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Jelaskan secara umum tugas kelompok. Sehingga anak tidak terlalu banyak Tanya.
Ø  Tidak perlu fokus terhadap media.
Ø  Keseluruhan sudah mulai bagus.

d)       Mengajar terbimbing di kelas IV
Pada hari kamis tanggal 18 Agustus 2011 praktikan memperoleh tugas untuk mengajar  Pendidikan Kewarganegaraa dengan materi system pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan. Untuk menggali pengetahuan awal sisa, praktikan membagikan materi kemudian siswa membentuk kelompok untuk mendiskusikan LKS, kemudian praktikan memasang bagan yang akan diisi oleh siswa di depan kelas.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Penyampaian materi susdah runtut, sebaiknya sebaiknya sebelum diskusi dijelaskan tugasnya secara jelas sehingga siswa tidak banyak bertanya.
Ø  Keseluruhan sudah bagus dan tingkatkan terus.

e)        Mengajar terbimbing di kelas V
Pada hari jumat tanggal 19 Agustus 2011 praktikan memperoleh tugas untuk mengajar  Ilmu Pengetahuan Alam kelas V dengan materi fungsi enzim yang dihasilkan oleh alat pencernaan manusia. Siswa dibagikan selembar materi untuk dibaca kemudian siswa membentuk kelompok untuk mengerjakan LKS. Untuk memantapkan pemhaman siswa praktikan memasang bagan atau gambar alat pencernaan manusia di papantulis kemudian sisw maju untuk melengkapi gambar tersebut sesuai dengan hasil diskusi kelompoknya.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Tujuan pembelajaran jangan sampai lupa disampaikan secara terperinci kepada siswa.
Ø  Sebelum LKS dibagikan kepada siswa, terangkan dulu cara mengerjakannya, gambar dibubuhi huruf atau tanda anah supaya memudahkan siswa untuk memahami gambar.

2)       Mengajar Terbimbing di Kelas Rendah
a)      Mengajar terbimbing kelas I
Pada hari rabu, tanggal 14 September 2011 praktikan memperoleh tugas mengajar di kelas I dengan pembelajaran tematik dan temanya “diri sendiri” ( Bahasa Indonesia, IPA, matematika). Dalam pembelajaran ini praktikan leih menakankan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi  menulis permulaan. Praktikan menggunakan kartu huruf yang kemudian akan disusun oleh siswa. Praktikan menyebutkan sebuah kata kemudian siswa maju untuk menyusun kata tersebut dengan kartu huruf di papan tulis. Kemudian siswa lain menulisnya di buku tulis. Setelah siswa paham dengan cara menulis “kata", kemudian dilanjutkan dengan menulis kalimat langkahnya sama dengan cara yang pertama.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Penguasan materi perlu ditingkatkan.
Ø  Penguasaan kelas sudah cukup bagus.
Ø  Dalam kegiatan evaluasi hendaknya berkeliling untuk mengontrol siswa yang belum jelas.

b)      Mengajar terbimbing kelas II
Pada hari sabtu tanggal 17September 2011 praktikan memperoleh tugas untuk mengajar  Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan. pembelajaran kali ini dilaksanakan diluar kelas karena melakukan praktik senam. Praktikan menggunakan pemutar musik dan pengeras suara untuk memutar music sebagai irama senam, praktikan mengajar satu persatu gerakan senam kepada siswa secara berkelompok, kemudian dari masing-masing kelompok mempraktikan satu persatu semua gerakan yang telah diajarkan. Setelah semua paham dengan gerakan-gerakannya, semua kelompok melakuakan gerakan senam dengan music dan gerakan harus disesuaikan dengan irama music yang mengiringi, untuk penialaian praktikan menugaskan masing-masing kelompok malakukan semua gerakan dengan musik.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Penguasaan siswa sudah bagus.

c)         Mengajar terbimbing di kelas IV
Pada hari jum’at tanggal 23 September 2011 praktikan memperoleh tugas untuk mengajar  Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi hubungan antara panca indera dengan dan fungsinya.dalm pembelajaran ini praktikan melakukan demontrasi bagaimana mata dapat melihat benda, kemudian siswa disuruh untuk mengamati bagian-bagian mata dari teman sebelahnya. Kemudin praktikan menempelkan gambar cara kerja mata dipapan tulis dan siswa mengamati gambar tersebut dan mendiskripsikan bagaimana cahaya bisa masuk kemata sesuai dengan gambar tersebut.

Evaluasi dari guru kelas   :
Ø  Sebaiknya gambar dilengkapi dengan sumber cahaya.
Ø  Keseluruhan sudah bagus.

3.4         HambatandalamPraktekMengajar
Adapun hambatan yang ditemui praktikan dalam pelaksanaan praktek mengajar terbimbing adalah:
a.         Kurang menguasai materi pembelajaran.
b.        Pada saat mengajar/praktek di kelas ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan pelajaran karena menganggap praktikan sebagai guru PPL
c.         Saja sehingga mereka mengganggap tidak akan mempengaruhi nilai.
d.        Sesuai dalam pembelajaran yang  hendak diajarkan. Kesulitan dalam mendapatkan buku tambahan atau buku panduan yang lain.
e.         Kesulitan dalam merancang, membuat dan mencari alat peraga yang sesuai dalam pembelajaran.
f.         Kurangnya kepercayaan diri dan persiapan sebelum melakukan tugas mengajar.

3.5         Cara MengatasiHambatandalamPraktekMengajar
Untuk mengatasi semua hambatan-hambatan di atas maka upaya yang dilakukan oleh praktikan adalah:
a.         Meningkatkan penguasaan materi dengan belajar terlebih dahulu sebelum melakukan pembelajaran di kelas.
b.        Meningkatan penguasaan kelas dan melakukan evaluasi terhadap pengajaran yang dilakukan.
c.         Meminjam buku di perpustkaan SD yang relevan dengan materi yang hendak diajarkan.
d.        Sebelum praktek mengajar, terlebih dahulu konsultasi dengan guru pamong mengenai alat peraga yang sesuai dengan materi yang akan disajikan dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
e.         Banyak berlatih mengajar di depan anak-anak.

























BAB IV
LAPORAN LATIHAN MENGAJAR MANDIRI

4.1        Pengertian Latihan Mengajar Mandiri
               Latihan mengajar mandiri merupakan tahap yang menuntut mahasiswa calon guru untuk menerapkan keterampilan mengajar yang terintegrasi dalam situasi yang sebenarnya dengan bimbingan yang minimal atau bahkan tanpa bimbingan.

4.2  Pelaksanaan Latihan Mengajar Mandiri
Pada saat Program Pengalaman Lapangan (PPL), praktikan diharuskan mengajar sepuluh kali yaitu 8 kali mengajar terbimbing dan 2 kali mengajar mandiri. Pada tahap mengajar terbimbing praktikan selalu dibimbing oleh guru pamong, baik dari pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sampai  pada saat praktikan mengajar di kelas.
Pada tahap mengajar mandiri, praktikan tetap meminta tugas kepada guru pamong. Akan tetapi pada saat pembuatan RPP dan praktik mengajar praktikan tidak dibimbing oleh guru pamong. Sehingga praktikan benar-benar diberi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab penuh sebagai guru kelas.
               Praktikan melakukan praktik mengajar mandiri sebanyak 2 kali mengajar yaitu tanggal 1Oktober 2011 di kelas V dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan 7 Oktober 2011 dikelas II dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Ilmu Pengetahuan Alam (Tematik dengan tema kesehatan).
Kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh praktikan pada tahap ini adalah :
A.               Menyusun program pembelajaran ( RPP ) dan melaksanakan program pembelajaran.
Adapun rincian kegiatannya adalah sebagai berikut.
1)        Mengajar mandiri di kelas V
Pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2011 praktikan memutuskan untuk melakukan praktik di kelas V dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Praktikan diberi silabus oleh guru dan disuruh memilih materi yang belu diajarkan. Materi yang diambil praktikan adalah wilayah persebaran flora di Indonesia. Dalam pembelajaran guru mengingatkan tentang persebaran fauna di Indonesia karena sebanarnya pembagian wilayahnya sama. Praktikan membagikan materi kemudian siswa mengelompokkan flora sesuai dengan wilayah persebarannya. Praktikan menempelkan peta persebaran flora di papantulis dan siswa maju untuk menempelkan gambar flora sesuai dengan wilayah persebarannya.

Evaluasi dari guru kelas       :
Ø  Untuk keseluruhan sudah bagus

2)        Mengajar mandiri di kelas II
Pada hari Jum’at tanggal 7 Oktober 2011 praktikan memilih mengajar tematik di kelas II. Dengan tema Kesehatan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Indonesia.
Materi:
Ø  PKn : bencana alam akibat ulah manusia.
Ø  Bahas Indonesia : melengkapi cerita
Ø  IPA     : hewan yang menguntungkan dan merugikan manusia.
Dalam penyampaian materi PKn praktikan menunjukan gambar-gambar tentang kerusakan alam dan bencana yang ditimbulkan. Untuk penyampaian IPA praktikan juga menunjukan gambar-gambar hewan yang menguntungkan dan merugikan manusia. Dalam penyampaian Bahasa Indonesia praktikan memberi contoh melengkapi kaliamat kemudian menuliskan paragraph dipapan tulis yang belum lengkap dan siswa menulisnya kembali dibuku tulis.
Evaluasi dari guru kelas :
Ø  penggunaan bahasa Indonesia yang baku

4.3  Hambatan dalam praktek mengajar mandiri
Karena praktikan tidak mengajar pada materi sebelum materi yang diajarkan sehingga pada waktu mengajar praktikan belum mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang materi.

4.4  Cara mengatasi hambatan dalam praktek mengajar mandiri
Praktikan melakukan pendekatan individu kepada siswa yang sulit memahami materi yang diberikan.














BAB V
LAPORAN NON MENGAJAR

5.1         Praktek Non Mengajar
Selain praktek mengajar praktikan  juga mendapat latihan praktek non mengajar.  Latihan non mengajar adalah latihan yang dilakukan oleh seorang praktikan di luar jam pelajaran. Latihan ini dapat dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
5.2         Macam-Macam Praktek Non Mengajar
Adapun Praktek atau Latihan Non mengajar yang dilakukan praktikan saat PPL di SDN Mangunsari 2 Salatiga adalah sebagai berikut:
5.2.1             Kegiatan Ekstrakurikuler
a.             Pengertian
Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar kegiatan kurikuler dan dilaksankan di luar jam pelajaran sekolah.
b.            Jenis Kegiatan Eskstrakurikuler
Jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh praktikan adalah kegiatan kepramukaan, menari, siraman rohani, dan senam. Mengingat situasi dan kondisi selama pelaksaan PPL yang selalu padat di mana setelah selesai PPL di sekolahan praktikan harus kuliah, oleh sebab itulah praktikan yang melatih kegiatan kepramukaan siaga dan penggalang dibagi menjadi 2.
c.             Pelaksanaan
Latihan ekstrakurikuler dilaksanakan setiap hari sabtu, seminggu sekali setelah pulang dari sekolah. Pelaksanaan latihan ekstrakurikuler, praktikan didampingi oleh guru.
1.             Pramuka
-       Pramuka Penggalang
Tempat      : Ruang kelas V dan halaman SDN     Mangunsari 02
Hari                  : Jum’at
Waktu              : 14.00-16.00
Peserta             : Siswa kelas V sampai kelas VI
Pembina           : Kak Wahyu, Kak Zahra, Kak Arum  dan   praktikan (Yuli, Cita, dan Achmad).
-       Pramuka Siaga
Tempat : Ruang Kelas III dan halaman SDN Mangunsari 02
Hari                  : Sabtu
Waktu              : 11.00-13.00
Peserta             : Siswa kelas III sampai kelas IV
Pembina           : Bunda Arum  dan praktikan (Harningsih, Berti, Andri, Esti, Ellya Sandra, Rosa, dan Sugito).




2.             Tari
Tempat      : Perpustakan SDN Mangunsari 02 Salatiga
Hari           : Jumat
Waktu      : 11.00 – 12.30
Peserta      : Siswa kelas III sampai kelas V
Pembina   : Cita Minarsih dan Yuli Astuti

3.             Siraman Rohani
               Siraman Rohani dilaksanakan setiap hari jum’at pagi sebelum jam pelajaran dimulai. Siraman Rohani ini terbagi menjadi 2 yaitu yang beragama Islam dan Kristen. Kegiatannya dilaksanakan di ruang kelas IV bagi agama Islam dan di ruang kelas V bagi agama Kristen. Jadwal ada pada lampiran.
4.Senam
                 Kegiatan senam dilakukan pada hari selasa, rabu dan kamis. Sebelum pembelajaran dimulai.
5.Jeda Semester
Kegiatan jeda semester ini dilaksanakan selama 3 hari berlangsung dari tanggal 17 Oktober s/d 19 Oktober 2011 Adapun jadwal pada kegiatan jeda semester ini  akan disajikan pada lampiran.



5.2.2             Administrasi sekolah
Kegiatan administrasi sekolah yang dilakukan adalah mengisi buku induk siswa, jadwal pelajaran, mengoreksi pekerjaan siswa. Membuat jadwal kegiatan jeda semester.
Selain itu juga terdapat kegiatan–kegiatan yang dilakukan oleh praktikan yang termasuk dalam kegiatan non mengajar, yaitu :
a.         Mengisi buku induk siswa bersama-sama
b.        Mendampingi kegiatan pada bulan Ramadhan seperti pesantren kilat selama 3 hari ( tanggal 8 – 10 Agustus 2011 ) dan buka bersama.
c.         Mengikuti pengajian rutin di bulan Ramadhan.
d.        Mendampingi lomba dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.
e.         Melakukan kegiatan jeda semester 1 selama 3 hari.
f.         Menjadi petugas upacara bendera dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila.










BAB VI
KESIMPULAN  DAN SARAN

6.1              Kesimpulan
Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang telah dilakukan di SDN Mangunsari 02 Salatiga telah memberikan manfaat yang besar bagi praktikan. Yang dulunya tidak bisa apa-apa setelah melakukan praktek PPL, Praktikan  bisa belajar menghadapi anak didik. Melalui praktek PPL yang sudah berlangsung ± 3 bulan telah memberikan pembekalan untuk para mahasiswa calon guru dalam meningkatkan kemampuan mengajar dan manajemen serta mampu menghadapi situasi siswa secara nyata.
Berdasarkan pengalaman yang telah dialami, kini praktikan merasa lebih dewasa dalam menghadapi siswa/siswi, meskipun waktu selama ± 3 bulan ini masih sangat kurang untuk membekali praktikan menjadi calon guru yang baik. Semoga apa yang telah didapatkan selama PPL dapat bermanfaat bagi praktikan serta ilmu yang telah didapatkan diterapkan di tempat kerja kelak. 

6.2              Saran
Dalam pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan PPL kedepannya, sehingga pelaksanaan PPL benar-benar dapat mencetakkan seorang calon guru yang memiliki kompetensi dalam mengajar dan non mengajar agar dapat menjadi tenaga guru yang profesional. Sebelumnya dengan hal tersebut kami dapat memberikan saran kepada pihak-pihak berikut :


1.        Mahasiswa Praktikan
Karena bekal yang didapatkan masing kurang, maka seorang mahasiswa PPL/praktikan harus terus belajar dan berlatih untuk mengembangkan kemampuannya terutama  kompetensi yang harus dimiliki bagi calon guru kelak.
2.        Guru Pamong
Guru pamong bisa lebih meningkatkan motivasi ,bimbingan dan  arahan kepada praktikan agar mahasiswa praktikan dapat berkembang dalam kemampuan mengajar dan mendidik siswa.
3.        Sekolah
Lingkungan sekolah yang nyaman akan sangat mendukung proses pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL), apakah dari aspek siswa, bapak/ibu guru maupun mahasiswa  PPL itu sendiri. Komunikasi dan kerjasama yang baik antara semua pihak akan dapat membuat proses pelaksanaan PPL sesuai dengan harapan dari kedua  lembaga yang bersangkutan.
4.        Siswa
Menciptakan suasana yang tenang (tidak ribut) namun aktif saat belajar, serta mau memperhatikan guru saat proses  belajar berlangsung.

5.        Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing bisa lebih meningkatkan frekuensi kunjungannya untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa praktikan serta untuk melihat perkembangan yang terjadi. Memberikan motivasi dan semangat agar mahasiswa merasa di perhatikan dan diberi dukungan.


6.        Program Studi S1 PGSD
Dapat memberikan pembekalan kepada mahasiswa calon guru lebih baik lagi,memberikan layanan bagi mahasiswa yang membutuhkan bimbingan. Sebaiknya jika mengadakan pelaksanaan PPL tidak bersamaan dengan waktu kuliah karena akan sangat sulit bagi mahasiswa praktikan untuk membagi waktu. 















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar