Animated flag images by 3DFlags.comSEMOGA SEMUA YANG SAYA UPLOAD DI BLOG INI BERGUNA BAGI TEMAN-TEMAN, BLOG INI SEBAGIAN BESAR BERISI TENTANG BAHAN-BAHAN KULIAH SAYA YANG JUGA SAYA GUNAKAN SEBAGAI ARSIP SENDIRI, JADI BANYAK YANG BUKAN TULISAN SAYA SENDIRI... MOHON DIMAKLUMI Animated flag images by 3DFlags.com

Jumat, 04 November 2011

Selaput Dara vs Virginitas



dokter saya atau semua pria menginginkan mempunyai pendamping yang masih virgin sampai saat malam pertama. untuk itu saya bertanya, mungkin bila dilihat tidak mungkin bisa tahu jadi seberapa dalam selaput darah wanita bila dijangkau dengan kelamin pria bila dihitung centimeter itu brapa dok. klo ada cara yg lebih baik untuk mengetahu pasangan kita masih virgin atau tidak itu bagaimana...karena saya takut bila saatnya nanti saya akan menyesal bila mengetahui pasangan saya sudah tidak virgin lagi. terima kasih sebelumnya...
ardiansyah, 22 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban : Dear Ardyansyah,


Ada beberapa detil penting yang harus Ananda ketahui tentang virginitas berkaitan dengan selaput dara.


Selaput dara hanyalah suatu selaput yang sebetulnya pun bentuknya tidaklah tertutup rapat tanpa lubang, karena seorang wanita harus mengeluarkan darah mens-nya tiap bulan secara rutin, dan bagaimana secara logika dia harus mengeluarkan darah mens jika dia memiliki selaput yang tertutup rapat?


Selain itu, tiap orang memiliki ketebalan selaput dara yang berbeda-beda. Ada yang begitu tebal sehingga pada malam pertama berhubungan (dan mungkin beberapa malam berikutnya) selaput dara ini tidak langsung terkoyak. Ada juga yang sangat tipis yang kadang karena gerakan tertentu (olahraga, atau karena jatuh) selaput daranya sudah koyak.


Yang harus Ananda tanyakan kembali pada diri Ananda adalah, apakah pantas menilai virginitas (dan selanjutnya dosa) seseorang berdasarkan selaput dara yang sebetulnya saat ini (mengingat aktivitas perempuan masa kini yang cenderung aktif dan sporty) sudah tidak relevan lagi dibicarakan? Atau, kalaupun misalnya Ananda bertemu dengan seseorang yang sangat cocok dengan hati Ananda, yang terbaik dari yang pernah Ananda temui dalam hidup Ananda, namun di sisi lain orang tersebut sudah tidak 'virgin', maka akankah dengan mudah Ananda mengesampingkan perasaan terhadap wanita tersebut?


Ananda, bukan kami bermaksud membela mereka yang sudah tidak virgin, tetapi selaput dara bukanlah satu-satunya parameter virginitas seseorang (apalagi dengan kemungkinan-kemungkinan kondisi di atas). Jika Ananda berharap menemukan seseorang yang mampu menjaga kesuciannya (ngat, kesucian tidak identik dengan keperawanan, Ananda sebagai laki-laki harus bisa memahami hal ini), Ananda mesti tahu dimana Ananda musti 'mencari' wanita tersebut. Saat ini tetap masih banyak wanita yang mampu menjaga kesuciannya dan menjaga pergaulannya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang nista, dan hati nurani Ananda tentunya akan mampu melihat perbedaannya.


Ananda, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah selaput dara seseorang telah koyak atau tidak adalah melalui pemeriksaan dokter (dokter kandungan) atau bidan. Tapi apakah selaput dara yang koyak berarti orang tersebut sudah tidak virgin lagi? Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Dan etiskah (dan juga tegakah) Anda meminta orang yang Anda kasihi untuk memeriksakan diri ke dokter hanya sekedar ingin tahu apakah selaput daranya utuh atau tidak? Pertanyaan ini silakan Ananda pikirkan dengan baik-baik.


Demikian penjelasan kami. Mohon maaf jika penjelasan kami kurang berkenan di hati Ananda atau kurang menjawab apa yang Ananda tanyakan. Pesan kami semoga Ananda pun dapat senantiasa menjaga pergaulan Ananda, sehingga Tuhan kelak memilihkan jodoh yang sepadan untuk Ananda. Bukankah Tuhan telah menjanjikan 'wanita baik-baik untuk laki-laki baik-baik'?
 sumber : http://mediasehat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar