Animated flag images by 3DFlags.comSEMOGA SEMUA YANG SAYA UPLOAD DI BLOG INI BERGUNA BAGI TEMAN-TEMAN, BLOG INI SEBAGIAN BESAR BERISI TENTANG BAHAN-BAHAN KULIAH SAYA YANG JUGA SAYA GUNAKAN SEBAGAI ARSIP SENDIRI, JADI BANYAK YANG BUKAN TULISAN SAYA SENDIRI... MOHON DIMAKLUMI Animated flag images by 3DFlags.com

Senin, 17 Oktober 2011

KENALILAH DIRIMU


Pengantar
Mengenal diri merupakan salah satu ciri khas manusia, sebagai makhluk istimewa, terutama karena memiliki akal budi dan kehendak bebas. Tapi dalam kenyataannya pengenalan tentang diri tidak selalu terjadi sebagaimana seharusnya. Hal itu terjadi karena orang tidak menganggapnya sebagai hal yang penting atau karena tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Sebagai akibatnya kita hanya mengenal diri sendiri secara dangkal saja, dan tidak memiliki pemahaman yang luas dan mendalam serta memuaskan tentang diri kita sendiri. Ungkapan yang bernada imperatif dari Socrates “Kenalilah Dirimu”, memiliki makna yang sangat luas dan dalam, membuka ruang refleksi untuk secara kritis bertanya tentang diri sendiri, siapakah saya sebenarnya? Usaha mencari tahu tentang diri sendiri bukan sesuatu yang mudah, pun tidak selalu berhasil, namun kita perlu tetap berusaha melakukannya. Sebagai pengantar, topik pertama ini membantu kita untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan mengenal diri, manfaat dan tujuan mengenal diri, cara-cara untuk mengenal diri, dan tanda-tanda pengenalan diri. Dalam topik-topik berikutnya usaha mencari tahu tentang diri sendiri tidak sampai pada refleksi filosofis-teologis, melainkan lebih pada taraf sosial-psikologis. Diharapkan pemahaman yang lebih konkrit tentang diri sendiri dapat membantu kita untuk membangun sikap baik dan positip pada diri kita sendiri.


A. Pengertian ”Mengenal Diri”
Manusia merupakan sebuah pertanyaan besar baginya sendiri. Ada ungkapan yang mengatakan “manusia sebuah misteri.” Ungkapan ini ada benarnya, karena dalam ungkapan tersebut terkandung pengertian bahwa manusia bukan sesuatu yang dapat habis atau selesai dibahas. Walau ada cukup banyak ilmu yang membahas tentang manusia dari berbagai seginya, namun siapakah manusia itu tetap tak bisa terungkapkan seluruhnya. “Mengenal diri” tidak dimaksud mengenal segalanya tentang diri, karena hal itu bukan sesuatu yang mudah bahkan tidak mungkin. Mengenal diri di sini lebih baik dimengerti sebagai suatu keberhasilan memahami hal-hal yang penting tentang diri sendiri, yang membantu dalam usaha membangun sikap baik dan positip pada diri sendiri, mau menerima dan mengembangkan diri sendiri. Perhatian utama diarahkan pada pengenalan tentang kepribadian, watak dan temperamen, pengenalan akan bakat atau potensi diri, serta dapat memetakan tentang diri sendiri perihal kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Dengan pengenalan yang baik terhadap hal-hal tersebut, diharapkan kita lebih mampu mengelola diri kita sendiri, mau menerima diri apa danya, mengembangkan kekuatan dan mengatasi kelemahan dengan baik. Keberhasilan dalam melakkan hal tersebut akan lebih memapukan kita mengembangkan diri kita sendiri, menjadi pribadi yang memiliki mental yang kuat dan sehat, memiliki integritas diri, mandiri, kreatifam da inovatif, serta mejadi pribadi yang termotivasi dari dalam. Kondisi kehidupan seperti ini akan lebih menjamin seseorang meraih sukses dalam hidupnya, akan lebih mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan ini.


B. Manfaat dan Tujuan Mengenal Diri
Tujuan atau manfaat mengenal diri harus dikaitkan dengan tugas mulia manusia untuk mengembangkan dirinya. Cara berada khas manusia adalah bereksistensi, yang secara terus-menerus berada dalam proses menjadi diri sendiri. Manusia adalah sesuatu yang “sudah” dan sekaligus “belum”, yang “faktual”dan yang “potensial”; suatu realitas yang masih harus dibentuk terusmenerus, tanpa henti, tanpa akhir. Di samping kenyataan faktualnya yang sekarang, manusia terbuka untuk banyak kemungkinan (potensial) di masa depan. Kita sedang berada pada satu titik dalam rentangan yang panjang antara yang sudah dan yang belum, antara masa lalu dan masa depan. Dalam rangka mewujudkan yang masih potensial itu, disitulah manusia berperan. Maka bagaimana wujudnya, kecepatannya, mutunya, dan sebagainya, sangat ditentukan oleh peran yang dimainkan seseorang dalam merealisirnya. Usaha seseorang merealisir kemungkinan-kemungkinannya (mewujudkan atau mengembangkan dirinya) harus didasarkan pada kenyataan faktual dirinya. Data faktual ini berfungsi sebagai pengarah. Perkembangan seseorang bukanlah perkembangan tanpa arah. Keberhasilan seseorang mewujudkan hal tertentu dalam dirinya (sebagai dokter, peneliti, guru, dan sebagainya) tidak lain karena apa yang dia miliki secara potensial sekarang direalisir dengan bantuan arahan dari apa yang sudah dia miliki sebelumnya.
Selain sebagai arahan, data faktual diri seseorang berfungsi juga sebagai pembatas, dengannya tidak semua kemungkinan dapat diwujudkan. Seseorang yang kakinya cacat tidak akan bisa menjadi seorang pemain bola kaki yang handal. Keadaan dirinya membatasinya untuk merealisir kemungkinan itu.  Maka orang itu pun tidak perlu bermimpi untuk menjadi pemain bola kaki yang profesional.
C. Cara Mengenal Diri
Mengenal diri tidak lepas dari usaha yang disengaja, seperti yang sedang kita lakukan sekarang ini. Kita dapat mengenal diri sendiri dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi; dengan bantuan teman dan pengalaman beraneka ragam tentang diri sendiri dalam beradaptasi dengan lingkungan.
1. Melalui sejarah perkembangan diri
Kita dapat mempelajari uraian mengenai sejarah perkembangan manusia, seperti evolusi perkembangan fisik manusia. Di situ kita mendapat pemahaman tentang banyak hal mengenai diri kita, bukan saja menyangkut perkembangan fisik manusia melainkan juga perkembangan peradabannya, sebagai hasil dari perpaduan perkembangan baik fisik maupun psikis.
2. Melalui penelusuran bakat dan kepribadian
Kita juga dapat mengenal diri melalui cara penelusuran bakat dan kepribadian. Terdapat beberapa tipe kepribadian dengan ciri-cirinya yang khas. Setiap orang, selain merupakan perpaduan dari beberapa tipe, juga memiliki sifat-sifat tertentu yang dominan sehingga dapat digolongkan pada tipe tertentu. Sifat-sifat khas ini akan mewarnai penampilan seseorang dalam hidupnya, menyertai seseorang dalam berhadapan dengan lingkungannya, kejadian-kejadian yang melibatkannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Begitu juga sifat-sifat khas ini dapat ikut menentukan keberhasilan dan kegagalan seseorang. Melalui metode penelusuran bakat, seseorang dapat dengan baik mengetahui bakat-bakat dominannya, yang sering menjadi pedoman dalam penerimaan tugas serta tanggungjawab yang akan diembannya.
3. Melalui pengalaman sehari-hari
Pengalaman-pengalaman nyata juga dapat menjadi jalan untuk mengenal diri sendiri. Kesabaran atau ketidaksabaran dalam antrian, kesediaan untuk mengalah, kegigihan dalam mewujudkan cita-cita, ketekunan dalam tugas, kesetiaan menepati janji, kepekaan terhadap lingkungan, dan sebagainya. Kita dapat melihat diri sendiri dengan meninjau kembali pengalamanpengalaman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
4. Melalui kebersamaan dengan orang lain
Kita dapat juga mengenal diri sendiri melalui kebersamaan dengan orang lain. Kita dapat meneropong diri dengan membandingkannya dengan orang lain. Dengan itu kita dapat melihat persamaan dan perbedaan kita dengan orang lain, yang sekaligus memperlihatkan kekhususan diri kita. Dalam berhadapan dengan orang-orang lain disitu juga kita megungkapkan siapa diri kita, melalui tutur kata kita, melalui sikap dan perlakuan kita terhadap satu sama lain.
5. Melalui kaca mata orang lain
Selain beberapa cara yang telah dikemukakan, kita juga dapat mengenal diri sendiri melalui “kaca mata” orang lain, teman, sahabat, dan orang-orang lain yang dekat dengan kita, mengenai bagaimana kesan dan penilaian mereka terhadap diri kita. Kadang-kadang orang lain lebih objektif mengenal diri kita dari pada kita sendiri. Untuk itu ada baiknya bila kita bertanya tentang diri kita pada orang lain, pada orang yang cukup mengenal kita secara dekat, yang mau dan berani terus terang mengatakan apa adanya tentang diri kita sebagaimana mereka amati dan alami serta rasakan tentang kita.
6. Melalui refleksi pribadi
Cara yang tidak kalah baiknya untuk mengenal diri sendiri adalah dengan melakukan refleksi pribadi tentang diri sendiri. Cara ini bisa dilakukan kapan kita mau, kapan kita bisa ambil waktu khusus tanpa mengganggu jadwal penting yang lain. Ada cukup banyak orang yang melakukan hal ini dalam bentuk retret atau rekoleksi, tafakur atau bentuk kegiatan rohani lainnya. Terserah mana yang dirasa paling cocok untuk diri sendiri.
Demikianlah ada bermacam-macam cara yang terbuka bagi kita dalam usaha mengenal diri sendiri. Perpaduan dari berbagai cara itu dapat memberi kita pemahaman yang semakin baik tentang diri kita. Pemahaman yang semakin baik terhadap diri sendiri akan sangat membantu dalam rangka menerima dan mengembangkan diri sendiri.
D. Tanda Pengenalan Diri
Orang yang sudah semakin mengenal diri dengan baik, dia punya gambaran yang semakin jelas tentang dirinya. Ketika dia merenungkan pertanyaan “Siapakah Aku”, dia langsung punya gambaran dalam hatinya tentang siapakah dia dengan berbagai kekuatan dan kekurangan di dalamnya. Bahkan seandainya dia mau atau diminta, dia dapat menetapkan simbol dirinya sendiri. Artinya, dia dapat mengibaratkan dirinya sebagai sesuatu yang, dalam banyak hal memiliki “kesamaan” dengan dirinya (walau diri kita tetap tidak identik dengan simbol itu sendiri).
Pengenalan diri yang semakin baik dapat membantu kita membentuk gambaran atau konsep diri. Konsep diri ini sangat penting karena sangat menentukan dalam mana kita memandang dan memperlakukan diri kita sendiri. Itulah sebabnya kita penting memiliki konsep diri yang baik dan tepat, yang muncul atau dibangun dari pengenalan diri yang baik dan tepat pula.
Gambaran atau konsep diri itu dalam beberapa waktu kemudian (mungkin cepat atau lama) dapat saja berubah. Perubahan tersebut dapat terjadi berkat adanya pemahaman dan pengenalan yang semakin baik (bertambah) tentang diri sendiri.
Dari pengenalan diri yang sudah ada sebelumnya, ada kemungkinan seseorang telah melakukan pengelolaan yang baik terhadap dirinya, khususnya dalam menangani kelemahan yang ada pada dirinya. Setelah berjalan beberapa waktu, sesudah menjalani usaha perbaikan yang sungguh-sungguh, orang tersebut mengalami perubahan yang berarti, bahkan drastis. Tadinya mengenal dirinya sebagai penakut, tidak punya pendirian, serba tergantung pada orang lain, dan sebagainya; sekarang dia melihat dirinya sebagai pemberani, teguh pendirian, mandiri, dan sebagainya. Dapat dimengerti bahwa konsep dirinya sekarang mengalami perubahan dari konsep diri sebelumnya.
Semuanya bertolak dari pemahaman dan pengenalan diri yang semakin baik.


Kesimpulannya
Untuk menjadi pribadi yang semakin dewasa, kita harus mengenal diri kita dengan baik. Dengan mengenal diri secara memadai, akan lebih mudah bagi kita untuk mengelola diri kita sendiri, kita akan lebih mudah menentukan pilihan-pilihan hidup kita, yang sesuai dengan kondisi dan potensi yang kita miliki. Ada banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mengenal diri dengan baik. Kita dapat melakukannya dengan cara melihat pengalaman dan sejarah hidup kita sendiri, termasuk memperhatikan kebersamaan kita dengan orang-orang lain dalam pergaulan atau interaksi sehari-hari. Kita juga bisa mengenal diri melalui kaca mata orang lain, terutama mereka yang sangat dekat dengan kita. Dan tidak kalah penting adalah melalui refleksi yang kita lakukan atas diri kita sendiri.
Dengan mengenal diri sendiri maka kita memiliki konsep diri yang jelas, kita dapat memetakan diri kita sendiri, mengenal dengan baik kekuatan-kekuatan dan kelemahankelemahan yang ada dalam diri kita serta mengelolanya, sehingga kita lebih bisa menjalankan hidup kita secara lebih terarah sekaligus menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar