Animated flag images by 3DFlags.comSEMOGA SEMUA YANG SAYA UPLOAD DI BLOG INI BERGUNA BAGI TEMAN-TEMAN, BLOG INI SEBAGIAN BESAR BERISI TENTANG BAHAN-BAHAN KULIAH SAYA YANG JUGA SAYA GUNAKAN SEBAGAI ARSIP SENDIRI, JADI BANYAK YANG BUKAN TULISAN SAYA SENDIRI... MOHON DIMAKLUMI Animated flag images by 3DFlags.com

Sabtu, 08 Oktober 2011

PERAN SERTA MASYARAKAT dalam MBS


Arief Budi Wuriyanto


Pendahuluan

Saudara, pendidikan bukan hanya kewajiban pemerintah, sekolah, dan guru saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat.  Masyarakat diharapkan peran sertanya dalam melaksanakan dan menyelenggarakan pendidikan, terutama dalam mendidik moral, norma, dan etika yang sesuai dengan agama dan kesepakatan masyarakat. Anda tentunya paham, siswa belajar di sekolah dalam waktu terbatas, sedangkan waktu terbanyak ada di rumah dan masyarakat.  
 Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa pendidikan merupakan masa depan bangsa.  Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban bagi semua untuk memikul tanggung jawab bersama dalam menyiapkannya menghadapi masa depan. Di sinilah peran penting masyarakat secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan dengan menyumbangkan tenaga, dana, dan pikiran serta bentuk-bentuk peran serta lain bagi terselenggaranya pendidikan yang berkualitas.
 Jadi, dengan mempelajari unit ini, Anda diharapkan akan  memiliki pemahaman bahwa pendidikan  merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama segenap pihak, termasuk masyarakat. Dengan kata lain, usai mempelajari Unit 3 ini, Anda diharapkan dapat:
1.
 mendiskripsikan konsep dasar peran serta masyarakat dalam pendidikan;
2.
 menjelaskan peran serta orang tua dalam pendidikan; serta
3.
 menjabarkan  peran serta masyarakat dan  komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.



Unit 4
Untuk mencapai tujuan tersebut, Unit 4 ini mengemas materi sajiannya ke dalam empat subunit, yang terdiri atas: konsep dasar peran serta masyarakat, peran orang tua, peran serta masyarakat, serta  komite sekolah.
Masing-masing subunit akan dilengkapi dengan ilustrasi yang dapat memperjelas  pemahaman Anda tentang materi yang disajikan. Untuk memperkaya wawasan Anda, silakan Anda pelajari materi yang serupa melalui WEB dan Video yang telah disediakan. 
 Agar Anda dapat mempelajari Unit 4 ini dengan baik, perhatikanlah saran-saran berikut ini.
1.
 Catatlah butir-butir penting dalam unit ini.
2.
 Bandingkan apa yang Anda pelajari dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan di sekolah Anda. 
3.
 Mantapkan dan ujilah pemahaman Anda dengan mengerjakan  latihan dan tes formatif yang tersedia pada setiap akhir subunit. Kemudian, untuk mengecek hasil jawaban Anda, lihatlah kunci latihan dan kunci tes formatif yang tersedia. 

Saudara, pengalaman Anda dalam belajar ini akan mempermudah Anda dalam mempelajari Unit 4 ini. Selamat belajar.










Subunit 1

Konsep Dasar
Peran Serta Masyarakat

  eran serta masyarakat adalah kontribusi, sumbangan, dan keikutsertaan masyarakat dalam menunjang upaya peningkatan mutu pendidikan. Pada masa sekarang tentunya Anda juga setuju, bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring pendidikan melibatkan peran serta masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang dapat memberikan harapan dan kemungkinan lebih baik di masa yang akan datang, mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyaraat. Hal inilah yang melahirkan kesadaran peran serta masyarakat.
  Nah, peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim. Partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya sebatas pada dukungan dana, sementara dukungan lain seperti pemikiran, moral, dan barang/jasa kurang diperhatikan. Akuntabilitas sekolah terhadap masyarakat juga lemah. Sekolah tidak merasa berkeharusan untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa, sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan dengan pendidikan (stakeholder).
  Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut di atas, tentu saja perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui  manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.

Konsep Peran Serta Masyarakat

 Apakah peran serta masyarakat itu?  Bagaimana keterkaitannya dengan Manajemen Berbasis Sekolah?  Anda tentunya sudah paham bahwa pendidikan bukan hanya kewajiban pemerintah, sekolah dan guru, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Masyarakat diharapkan perannya dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan terutama dalam mendidik moralitas/agama, menyekolahkan anaknya, dan membiayai keperluan pendidikan anak-anaknya.
 Segenap lapisan masyarakat  memiliki hak uintuk mendapatkan pendidikan yang baik. Tetapi, mereka juga mempunyai kewajiban untuk berkontribusi terhadap pendidikan, baik yang berupa dana maupun daya, pikiran, tenaga atau sumbangan lainnya. Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, area pendidikan, teknis edukatif seperti proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar dan lain-lain. 
  Banyak hal yang bisa disumbangkan dan dilakukan oleh masyarakat untuk membantu terlaksananya pendidikan yang bermutu, mulai dari menggunakan jasa pelayanan yang tersedia sampai keikutsertaannya dalam pengambilan keputusan. Pada umumnya peran serta masyarakat adalah peran serta pasif dalam menerima keputusan sekolah. Mereka berpikir dengan membayar sumbangan/dana secara rutin, selesailah kewajiban mereka. Padahal, Anda pun tahu, bahwa sekolah tidak hanya membutuhkan bantuan dana tetapi juga pemikiran, tenaga, dukungan, dan sebagainya. Nah, tentunya Saudara dapat mendiskusikan dengan teman sebaya dan sejawat Anda  jenis-jenis peran serta yang bisa diberikan masyarakat kepada sekolah dalam membantu penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.  

Komponen-komponen Peran Serta Masyarakat

 Yang termasuk komponen masyarakat ialah orang tua  siswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha dan dunia industri, dan  lembaga sosial budaya.. Peran serta mereka dalam pendidikan berkaitan dengan: (1) pengambilan keputusan, (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian. Peran serta dalam mengambil keputusan misalnya ketika sekolah mengundang rapat bersama komite sekolah untuk membahas perkembangan sekolah,  masyarakat yang dalam hal ini orang tua, anggota komite sekolah,  atau wakil dari dunia bisnis dan industri  secara bersama-sama memberikan sumbang saran dan berakhir dengan pengambilan keputusan. Berdasarkan keputusan yang telah disepakati, maka keputusan tersebut tentunya akan dilaksanakan dalam menunjang pencapaian mutu pendidikan. Dengan demikian masyarakat yang mendukung program sekolah hasil kesepakatan telah berperan serta dalam pelaksanaan. Demikian pula dalam perjalanan program, tentunya perlu kontrol dan upaya-upaya untuk memperbaiki. Hal itu merupakan contoh peran serta  masyarakat dalam mengevaluasi.
 Lalu, bagaimana caranya agar pelbagai komponen masyarakat itu dapat berperan serta dalam membantu peningkatan mutu pendidikan di sekolah? Silakan cari contoh kongkret di lapangan sesuai dengan pengalaman Anda sebagai guru.  
Latihan

Setelah Anda mengkaji konsep dasar peran serta masyarakat, jawablah pertanyaan berikut dalam latihan berikut.
1.
 Inventaris berbagai jenis peran serta masyarakat!
2.
 Identifikasilah berbagai hambatan untuk  tercapainya peran serta masyarakat!
3.
 Tuliskan  gagasan Anda  tentang pemecahan-pemecahan kendala-kendala tersebut!


Sudah selesai? Kini, bandingkan jawaban Anda dengan kunci latihan di bawah ini.   
1.
 Jenis peran serta masyarakat dapat berupa dana, tenaga, dan pemikiran.
2.
 Hambatan untuk mencapai peran serta masyarakat adalah hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berkaitan dengan pribadi dan latar belakang orang tua siswa dan pemahaman pentingnya  peran serta dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Hambatan eksternal ialah faktor geografis, iklim, stratifikasi sosial, dan kondisi ekonomi, politik, serta budaya.
3.
 Cara memecahkan hambatan: (a) identifikasi dulu faktor penyebabnya, baik internal maupun eksternal, (b) masing-masing diambil butir-butir positif dan negatifnya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan, (c) cari peluang yang memungkinkan untuk mengatasi hambatan dan pengembangannya, serta (d) menuliskan tantangan-tantangan yang masih harus diantisipasi dan diprediksi. 


Rangkuman

 Peran serta masyarakat sangat  diperlukan dalam upaya peningkatan mutu  pendidikan di sekolah.  Peran serta masyarakat itu tidak hanya berupa dukungan dana atau sumbangan fisik saja, tetapi bisa lebih dari itu.  Peran serta masyarakat sudah dapat dianggap baik jika dapat dapat terlibat dalam bidang pengelolaan sekolah, apalagi bila dapat masuk ke biang akademik.

Tes Formatif 1

Kerjakanlah tes formatif ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu  pilihan jawaban yang menurut Anda benar.
1.
 Peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat terjadi pada  tahap :
A.  perencanaan
B.  pelaksanaan
C.  monitoring dan evaluasi
D.  perencanaan-pelaksanaan-monitoring evaluasi
2.
 Tidak dapat dipungkiri, bahwa partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya sebatas dipahami pada :
A.  dana
B.  pemikiran
C.  hubungan dengan Pihak Luar
D.  tenaga 

3.  Contoh dukungan moral dan pendidikan nilai yang dapat diberikan masyarakat  kepada  sekolah ialah sebagai berikut.
A.
 Mendidik agama di rumah atau tempat ibadah
B.
 Mendidik moral dan nilai. 
C.
 Memberdayakan pendidikan di keluarga  secara intensif
D.
 Menyumbang dana untuk pengembangan pelajaran agama di sekolah.

 4. Berikut ini merupakan konsep peran serta masyarakat  dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
A.
 Berkontribusi terhadap pendidikan baik yang berupa dana maupun daya, pikiran, tenaga atau sumbangan lainnya.
B.
 Menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah dan mengikuti segala keputusan sekolah apa adanya.
C.
 Menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah dan berhadap sekolah memberi layanan yang terbaik.
D.
 Menuntut administrasi.

5.  Dalam melibatkan peran serta masyarakat, sekolah tentunya tidak hanya membutuhkan bantuan dana tetapi juga memerlukan  bantuan dalam bentuk yang lain  untuk penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Contoh bantuan  pemikiran ialah sebagai berikut.
A.
 Salah seorang wali siswa yang kebetulan seorang pakar pendidikan, memberikan solusi untuk memperbaiki nilai ujian siswa.
B.
 Memberikan bantuan buku-buku perpustakaan
C.
 Memberi saran kepada sekolah.
D.
 Mengusulkan kepada sekolah untuk lebih memperhatikan pendidikan siswa.

6.  Komponen-komponen peran serta masyarakat dapat berupa :
A.  Orang tua siswa
B.  Tokoh masyarakat dan tokoh agama, lembaga sosial budaya
C.  Dunia usaha dan dunia industri
D.  Semua benar
7.   Peran serta masyarakat dalam mengambil keputusan sekolah
A. Diperlukan sekolah
B. Tidak diperlukan  sekolah
C. Masyarakat tidak turut campur, karena  menjadi hak sekolah
D. Keputusan ditentukan pemerintah
8.  Pihak-pihak yang berkepentingan dalam menentukan dan memikirkan peningkatan mutu pendidikan di sekolah disebut .....
A. stakedecisions
B. stakeholders
C. stakeplanning
D. stake users
9.  Sekolah bertanggung jawab kepada pemerintah dan juga kepada masyarakat. Hal ini berarti  .....
A. Pemerintah dan Masyarakat sejajar
B. Sekolah di bawah pengaruh Masyarakat
C. Pendidikan menjadi tanggung jawab Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat
D. Masyarakat sebagai bagian dari pemerintah
10.
 Umumnya masyarakat pasif  berperan serta dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah sebagaimana  pernyataan di bawah ini, kecuali...
A.  Masyarakat berinisiatif membangun ruang UKS di sekolah secara gotong royong
B.  Masyarakat merasa sudah membayar kewajiban SPP 
C.  Komite sekolah lebih berperan penting
D.  Program sekolah bukan urusan urang tua siswa


Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah mengerjakan Tes Formatif 1, bandingkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi ini, hitunglah dengan menggunakan rumus:

     Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan =      x 100
              10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
 90 – 100 = baik sekali
 80 – 89 = baik
 70 – 79 = cukup
      < 70 = kurang

Jika tingkat penguasaan Anda minimal 80%, maka Anda dinyatakan berhasil dengan baik, dan Anda dapat melanjutkan untuk mempelajari Unit 2. Sebaliknya, bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80%, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam subunit sebelumnya, khususnya pada bagian yang belum Anda kuasai. 

















Subunit 2

Peran Serta Orang Tua


 audara sebagaimana telah Anda diketahui bahwa tujuan utama MBS adalah terwujudnya peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS, sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dan kebijakan dari pemerintah yang bersifat top down (dari atas). Sekolah beserta masyarakat dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi sebut secara mandiri. Sekali lagi, pendidikan bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah, sekolah dan guru, tetapi juga menjadi tanggungjawab keluarga dan masyarakat.Oleh sebab itulah masyarakat diharapkan turut berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan.
Tentunya Anda juga sudah memahami pula bahwa program  peningkatan mutu pembelajaran, dapat dilakukan melalui:  Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), peran serta masyarakat (PSM), dan peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar melalui Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di SD-MI, dan pembelajaran kontekstual di SLTP/MTs.
Peran serta  masyarakat perlu diupayakan pertumbuhan dan pengembang-annya melalui pemberdayaan sekolah berbasis masyarakat. Mereka dapat bekerja sama dengan sekolah melalui perencanaan program-program pembelajaran dan peningkatan kemampuan. Ini dapat terjadi jika terjalin komunikasi yang efektif antara sekolah, orang tua, komite dan masyarakat.  
Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, masyarakat berhak memperoleh pendidikan yang baik dan bermutu. Pada saat yang bersamaan, masyarakat pun berkewajiban berperan secara aktif untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan melalui penggalangan dana, sumbangan tenaga dan pikiran, serta bentuk-bentuk lain yang dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan. Anda tentunya setuju dengan konsep ini.
 Saudara, tentunya Anda telah memahami pula, bahwa orang tua adalah  salah satu mitra sekolah yang dapat berperan serta dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Melalui orang tua kegiatan belajar anak di rumah dapat dipantau. Bahkan orang tua dapat menjadi bagian dari paguyuban para orang tua siswa yang dapat memberi masukan dan dukungan dalam merencanakan pengembangan sekolah.
 Keterlibatan orang tua selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan anak, juga sebagai  bentuk partisipasi mereka dalam sistem manajemen sekolah. Anda tentu memahami benar, pada konsep MBS ini, orang tua dapat terlibat secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kemajuan dan  perkembangan sekolah dalam mewujudkan akuntabilitas sekolah. Lalu, peran serta apa saja yang dapat diberikan orang tua demi kemajuan sekolah ? Peran serta itu dapat terjadi dalam pembelajaran,  perencanaan pengembangan sekolah, dan pengelolaan kelas
 Sebagaimana kita ketahui, terdapat tiga komponen penting dalam pendidikan (trilogi pendidikan). Ketiganya meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga, dalam hal ini orang tua siswa, merupakan sumber pendidikan yang pertama dan utama. Dalam sehari semalam terdapat 24 jam, sedangkan pendidikan di sekolah hanya berlangsung sekitar 8  jam. Sisanya adalah pendidikan di luar sekolah yang menjadi tanggung jawab orang tua. Dalam konteks ini, orang tua berperan sebagai pengganti guru di rumah. 
 Orang tua dapat berperan serta dalam meyediakan dana, prasarana dan sarana sekolah sebagai upaya realisasi program-program sekolah yang telah disusun bersama. Orang tua yang memiliki pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan khusus dapat berperan serta dalam membantu sekolah seperti pada bidang proses pembelajaran, pengelolaan persekolahan, dan pengelolaan keuangan sekolah. Intinya oang tua akan mau membantu sekolah jika pihak sekolah mampu berkomunikasi dengan baik. Apabila sekolah bersikap transparan, terutama dalam hal keuangan dan orang tua diikutsertakan dalam pembicaraan rencana sekolah, maka sudah semestinya orang tua  merasa ikut memiliki sekolah. Oleh sebab itulah, pertemuan rutin dengan orang tua serta tokoh-tokoh masyarakat yang  lain perlu ditingkatkan sekolah, sehingga masyarakat dan orang tua akan ikut memelihara dan membantu sekolah. Beberapa media lain yang dapat dimanfaatkan orang tua peserta didik untuk turut bertanggung jawab atas  mutu pendidikan adalah melalui korespondensi surat atau telepon  antara orang tua dengan sekolah, menyelengarakan pertemuan antara paguyuban orang tua kelas. Atau, sebagai bagian dari komite sekolah, orang tua terlibat dalam kegiatan program sekolah, home visiting,  menghadiri rapat sekolah, dan mengikuti pameran/bazar di sekolah.
 Orang  tua dapat pula dilibatkan dalam program pembelajaran dan mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Orang tua dapat membantu kesulitan siswa  dalam bidang pelajaran tertentu di rumah untuk memberi penjelasan atau jika diperlukan mendatangkan guru les privat.   
 Nah, dengan demikian, memberdayakan peran orang tua peserta didik itu merupakan bagian keterampilan komunikasi eksternal dari pihak sekolah. Tujuan hubungan sekolah dengan  orang tua adalah saling membantu dan saling mengisi antara orang tua dan sekolah. Orang tua dapat menjadi potensi  sumber dana sekolah, serta membina anak-anak terutama dalam pendidikan moral agar anak tercegah dari sifat dan perilaku yang kurang baik karena pengaruh lingkungan. Penjalinan hubungan  sekolah dengan orang tua peserta didik dapat dilakukan melalui komite sekolah, pertemuan  yang direncanakan atau saat penerimaan raport, sumber informasi sekolah dan sumber belajar bagi anak, serta secara bersama-sama memecahkan masalah

Peran Serta Orang tua dalam Pembelajaran

 Saudara,  pernahkah Anda menyaksikan sendiri orang tua murid yang turut membantu secara  langsung di kelas? Kelihatannya janggal bukan? Tetapi, ketahuilah, bahwa hal itu wajar-wajar saja. Orang tua tidak saja membantu belajar anak di rumah, bisa juga dilakukan di sekolah. Bahkan kalau perlu orang tua yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus, misalnya ahli dalam musik atau seni rupa, dengan koordinasi yang baik dengan pihak sekolah, para orang tua ini bisa saja membantu mengadakan proses pembelajaran musik dan seni rupa pada ekstrakurikuler di sekolah.  
 Sebagaimana dinyatakan Tim Penulis Paket Pelatihan Awal MBS untuk Sekolah dan Masyarakat (2003 : 2-7), para pakar sepakat bahwa ada tujuh jenis peran serta orang tua dalam pembelajaran.
1.
 Hanya sekedar pengguna jasa pelayanan pendidikan yang tersedia. Misalnya, orang tua hanya memasukkan anak ke sekolah dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
2.
 Memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga, misalnya dalam pembangunan gedung sekolah.
3.
 Menerima secara  pasif apa pun yang diputuskan oleh pihak yang terkait dengan sekolah, misalnya komite sekolah. 
4.
 Menerima konsultasi mengenai hal-hal yang terkait dengan kepentingan sekolah. Misalnya, kepala sekolah berkonsultasi dengan komite sekolah dan orang tua murid mengenai masalah pendidikan, masalah pembelajaran matematika, dll. Dalam konsep MBS hal yang keempat ini harus selalu terjadi.
5.
 Memberikan pelayanan tertentu. Misalnya, sekolah bekerja sama dengan mitra tertentu seperti Komite Sekolah dan orang tua murid mewakili sekolah bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang perlunya sarapan pagi sebelum sekolah, atau makanan yang bergizi bagi anak-anak.
6.
 Melaksanakan kegiatan yang telah didelegasikan atau dilimpahkan sekolah. Sekolah, misalnya,  meminta  komite sekolah dan orang tua murid tertentu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang pentingnya pendidikan atau hal-hal penting lainnya untuk kemajuan bersama. 
7.
 Mengambil peran dalam pengambilan keutusan pada berbagai jenjang. Misalnya orang tua siswa  ikut serta membicarakan dan mengambil keputusan tentang rencana kegiatan pembelajaran di sekolah, baik dalam pendanaan, pengembangan dan pengadaan alat bantu pembelajarannya. 

 
Saudara, sebelumnya sudah dikemukakan bahwa peran orang tua siswa dapat terjadi dalam berbagai hal, termasuk pembelajaran. Di bawah ini terdapat kolom yang dapat Saudara isi, kira-kira dalam hal apa saja orang tua siswa dapat berperan dalam pembelajaran  di sekolah. 

No.
Bentuk Keterlibatan Orang tua dalam Pembelajaran
Perencanaan
Pelaksanaan
Pengembangan
Evaluasi

















 Kalau sudah selesai, cobalah berikan alasan mengapa hal tersebut merupakan bagian dari MBS? 



Peran Serta Orang Tua dalam Perencanaan Pengembangan Sekolah

 Orang  tua siswa dapat berperan serta  dalam perencanaan  pengembangan sekolah. Mungkinkah? Bagaimana caranya? Apakah  hal ini tidak menunjukkan intervensi orang tua yang terlalu jauh dengan urusan sekolah? Tidak! Justru inilah kekuatan MBS. Sebagai  contoh, ada orang tua siswa yang kebetulan seorang dokter. Sebagai dokter tentunya sangat memahami betul apa itu arti hidup sehat, terutama bagi anak-anak di sekolah. Dia dapat memberikan masukan yang berharga dalam perencanaan pengembangan sekolah, terutama berkaitan dengan peningkatan mutu layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), penataan warung jajan sehat bagi anak-anak, serta pengaturan kamar mandi dan toilet sekolah yang sehat. Keterlibatan orang tua siswa tersebut dalam perencanaan pengembangan sekolah yang berkaitan dengan kesehatan, tentu sangat menguntungkan sekolah dan peserta didik.  Anda dapat memberikan contoh yang lain?
 Lalu, bagaimana cara kerja orang tua siswa dalam perencanaan  pengembangan sekolah ? Banyak cara yang dapat ditempuh. Orang tua dapat datang ke sekolah tanpa/dengan undangan sekolah yang mengundang. Sekelompok orang tua mengadakan pertemuan di luar sekolah untuk bersama-sama membahas dan memberikan masukan untuk peningkatan mutu  sekolah, hasilnya kemudian diserahkan kepada sekolah. 
Selanjutnya, cobalah Anda isi kolom-kolom di bawah ini dengan berbagai pengetahuan, pengalaman, atau pemikiran Anda tentang kesertaan orang tua dalam perencanaan pengembangan sekolah. 

No.
Peran serta orang tua dalam perencanaan pengembangan sekolah
Wujud
Tujuan/Sasaran yang dicapai

















 Bisa juga Anda  memerankan diri sebagai orang tua. Anda dapat  melakukan diskusi dengan sesama orang tua siswa dalam merencanakan pengembangan sekolah.  Cobalah Anda melakukan curah pendapat dengan teman sejawat yang juga sebagai orang  tua siswa perihal  permasalahan utama yang dihadapi sekolah.  Dari jumlah permasalahan tersebut pilihlah sejumlah permasalahan paling penting yang akan dipecahkan. Dalam memecahkan masalah, Anda harus memperhitungkan pula kemungkinan tersedianya sumber dana dana, tenaga, sarana dll, serta kesempatan untuk mengatasi masalah tersebut. Perhatikan tabel-tabel berikut ini untuk bahan isian.




Tabel 1: Keadaan/Kondisi Sekolah
Unsur
Uraian/Keadaan
Sumber Informasi
1. Siswa


2. Guru
3. Lingkungan sekolah
Jumlah siswa tiap kelas
Jumlah siswa menurut jenis kelamin
Jumlah guru menurut pendidikan
Jumlah guru menurut mata pelajaran
....................................................
..........................
..........................
 ..........................
 ..............................
 ..............................


Tabel 2 : Format Permasalahan dan Tujuan
Permasalahan
Penyebab Masalah
 Tujuan Program Sekolah
Program/Kegiatan
1. Angka tidak naik kelas 1-3 tinggi
1. kemampuan mengajar guru kelas 1-3 rendah
2. Alat Bantu mengajar tidak tersedia
3,........................
1. Menurunkan dan menghilangkan angka mengulang kelas di kelas 1-3
1. Penataran guru kelas 1-3 tentang pembelaharan aktif
2. Pengadaan alat bantu belajar mengajar
3. Penempatan guru yang berengalaman di kelas 1-3


Tabel 3: Format Sumber Dana
Sumber Dana
Cara Penggalian Dana
Pelaksana











Tabel 4 : Usulan Rencana Pengembangan Sekolah
Tujuan
Kegiatan
Volume  
Harga Satuan
Jumlah Biaya
Waktu Pelaksanaan


























Peran Serta Orang Tua dalam Pengelolaan Kelas

 Perlukah peran serta orang tua sampai pada pengelolaan kelas? Bagaimana caranya  orang tua berperan serta dalam mengelola kelas? Keterlibatan orang tua siswa dalam pengelolaan kelas memiliki arti yang sangat luas. Bukan berarti orang tua turut masuk ke kelas dan campur tangan mengurusi tempat duduk siswa, memindah siswa yang  suka mengganggu temannya di kelas, dan sebagainya. Tetapi, pengaturan kelas dapat dilakukan berdasarkan masukan dengan dan/atau kompromi dengan para orang tua. Misalnya, dalam hal isi dan penataan pajangan kelas, serta pengaturan tempat duduk dan kenyamanan kelas. Untuk mengetahui kebutuhan kelas  yang menunjang proses  belajar di kelas sudah tentu Anda harus mengenali jenis peran serta orang tua dalam  pengelolaan kelas, mencatat keadaan sekarang, dan kondisi yang dikehendaki, serta menemu-kenali hambatan-hambatan yang dihadapi. Sebagai latihan, cobalah Anda isi tabel berikut ini. :

Jenis Peran Serta dalam Pengelolaan Kelas
Keadaan Sekarang
Keadaan yang dikehendaki kelak
Hambatan-hambatan



























 Selain itu, Anda harus mengenali lingkup guru dan lingkup orang tua yang turut berperan serta dalam pengelolaan kelas.  Kerja sama antara guru dan orang tua sudah tentu sangat membantu upaya-upaya peningkatan mutu  pembelajaran di kelas.  Melalui tabel berikut ini, lakukan analisis, kira-kira apa yang dapat dilakukan guru dan apa yang dapat dilakukan orang  tua siswa dalam peningkatan  proses pendidikan di sekolah.

Indikator
Yang dilakukan Guru
Peran serta Orang tua yang dapat diberikan
Memahami sifat yang dimiliki siswa


Mengenal anak secara perorangan


Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar


Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan menyelesaikan masalah


Mengembangkan ruang kelas  sebagai lingkungan belajar yang menarik


Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar




Nah, Anda sudah menemukan dan mengenali hal-hal yang dapat didiskusikan antara guru dan orang tua dalam pengelolaan kelas. Sebagai guru kelas, menurut Anda, apa yang dapat Anda diskusikan dan harus dilakukan  orang tua ketika Anda:
1.
 merancang dan mengelola kegiatan belajar mengajar yang mendorong beragam siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran ?
2.
 menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam ?
3.
 memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan ?
4.
 memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan ?
5.
 menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa?
6.
 mengaitkan kegiatan belajar mengajar dengan pengalaman siswa sendiri ?
7.
 menilai kegiatan belajar mengajar dan kemajuan belajar siswa secara kontinyu ?


Latihan

Saudara, begitulah bahasan tentang subunit 2. Jelas? Baik, kerjakanlah latihan berikut untuk menguji dan sekaligus memantapkan pemahaman Anda. 
1.
 Seorang dokter  sebagai pengurus komite sekolah membantu program pembuatan toilet dengan meniru desain toilet di rumah sakit. Dokter ini kebetulan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut dan menjadi donatur utama sekolah.
2.
 Salah satu orang tua siswa adalah seorang pemusik.  Orang tua ini  menyumbangkan keahliannya di bidang musik untuk membantu  pelaksanaan ekstrakurikuler di bidang musik  

Berdasarkan kedua contoh tersebut buatlah komentar tentang keterkaitan peran serta otang tua dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah!
Sudah selesai? Bagus! Kini, baningkan jawaban Anda dengan rambu-rambu latihan berikut ini. 
Kedua contoh di atas menunjukkan peran serta aktif dari orang tua murid. Mereka memiliki insiatif untuk membantu sekolah. Bantuan itu tidak hanya berupa pemikiran atau tenaga, tetapi juga dana. 


Rangkuman

 Orang tua merupakan salah satu aspek yang penting dalam pelaksanaan MBS. Sebagai pihak yang sangat berkepentingan dengan kemajuan belajar anaknya, orang tua sudah selayaknya dilibatkan secara aktif oleh sekolah untuk membantu peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Peran serta mereka tidak hanya berupa dana, tetapi juga [emikiran atau tenaga dalam pembelajaran, perencanaan pengembangan sekolah, dan pengelolaan kelas.  Komitmen dan kerjasama sangat diperlukan dalam upaya realisasi peran serta ini. Antara sekolah dan orang tua idealnya saling proaktif. Peran serta orang tua dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat disesuaikan dengan latar belakang sosial ekonomi dan kemampuan orang tua. 

Tes Formatif 2

Kerjakanlah tes formatif ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang menurut Anda benar.
1.  Peran serta masyarakat dalam MBS dapat dimaknai sebagai berikut.
A.
 Sekolah beserta masyarakat dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi sebut secara mandiri.
B.
 Sekolah   mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi sebut secara mandiri.
C.
 Sekolah beserta pemerintah dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi sebut secara mandiri.
D.
 Sekolah beserta komite sekolah dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi sebut secara mandiri.

2.  Wujud peran serta orang tua dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah  ialah sebagai berikut.
A.
 Kesertaan dalam rapat sekolah 
B.
 Kesediaan membayar iuran sekolah,  
C.
 Kemauan berperan dalam membangun bangunan fisik sekolah
D.
 Keterlibatan dalam pembelajaran, perencanaan pengembangan sekolah dan pengelolaan kelas.

3.  Turut mensukseskan dan mendukung  implementasi kurikulum yang berlaku di sekolah merupakan peran orang tua siswa dalam:
A.   pembelajaran. 
B.   erencanaan pengembangan sekolah.  
C.   pengelolaan kelas.
D.   kesuksesan ujian siswa.
4.  Turut serta  dalam perancangan laboratorium  bahasa untuk menunjang keterampilan bahasa Inggris siswa merupakan :
A.   pembelajaran. 
B.   perencanaan pengembangan sekolah.  
C.   pengelolaan kelas.
D.   keterampilan. 
5. Turut andil dalam pengadaan majalah dinding dan media pajangan di kelas merupakan peran orang tua siswa dalam:
A.
 pembelajaran. 
B.
 perencanaan pengembangan sekolah.  
C.
 pengelolaan kelas.
D.
 pengembangan kreativitas siswa.

6.  Keterlibatan orang tua dalam pengembangan mutu pendidikan di sekolah dilaksanakan secara :
A.
 bebas dan tidak terikat
B.
 kesadaran pribadi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pendidikan
C.
 atas tekanan sekolah
D.
 atas motivasi kepentingan pribadi

7. Sekelompok orang tua dapat mengadakan pertemuan di luar sekolah untuk turut membahas kemajuan sekolah dengan sepengetahuan kepala sekolah. Upaya itu merupakan bentuk peran serta orang tua yang berkaitan dengan: 
       A. kepedulian pendidikan
       B. partisipasi kemitraan dengan sekolah
       C. peningkatan mutu pendidikan
       D. turut campur dalam urusan sekolah
8. Hal-hal di bawah ini menggambarkan pentingnya peran serta masyarakat dalam pendidikan.
A. Rapat sekolah dengan masyarakat untuk pertanggungjawaban sekolah terhadap masyarakat.
B. Masyarakat melakukan protes kepada sekolah karena tidak puas terhadap hasil belajar siswa
C.  Masyarakat menggunakan layanan pendidikan yang diberikan sekolah
D.  Masyarakat  menyerahkan sepenuhnya pendidikan para siswa kepada guru. 
9.  Paguyuban orang tua kelas  VI menyelenggarakan rapat di salah satu rumah orang tua kelas VI untuk membahas  pengumpulan dana penyelenggaraan les tambahan menjelang UAN. Bentuk peran serta orang tua yang seperti itu ....
A. dilarang
B. diizinkan dengan supervisi kepala sekolah
C. didukung sebagai kepedulian terhadap proses pembelajaran
D. dicegah karena menyaingi tugas komite sekolah
10. Kepala sekolah mengundang orang tua dan komite sekolah sehubungan dengan akan  diselenggarakannya UAS. Berdasatkan hasil tahun sebelumnya ada indikasi angka mengulang di kelas 1-3 sangat tinggi.  Guru mengajak kerjasama dengan para orang tua dalam meningkatkan pengawasan kepada siswa-siswa. Respon yang tepat dari orang tua terhadap persoalan tersebut ialah sebagai berikut.
A.
 Orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah agar lebih baik.
B.
 Sesama  orang tua mendiskusikannya untuk memberi masukan kepada  sekolah
C.
 Orang tua turut berperan serta dalam peningkatan hasil pembelajaran apabila mampu bekerjasama dengan baik dan memberi solusi
D.
 Sekolah mengundang lembaga bimbingan belajar


Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah mengerjakan Tes Formatif 2, bandingkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi ni, hitunglah dengan menggunakan rumus:

     Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan =      x 100
              10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
 90 – 100 = baik sekali
 80 – 89 = baik
 70 – 79 = cukup
      < 70 = kurang

Jika tingkat penguasaan Anda minimal 80%, maka Anda dinyatakan berhasil dengan baik, dan Anda dapat melanjutkan untuk mempelajari  unit berikutnya. Sebaliknya, bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80%, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, khususnya pada bagian yang belum Anda kuasai. 



Subunit 3

Peran Serta Masyarakat


 audara, Anda sudah memahami bahwa peran serta masyarakat tidak hanya berupa pemberian bantuan uang atau tenaga, tetapi juga bantuan membimbing siswa di luar sekolah sebagai bagian yang sangat penting. Mereka dapat bekerjasama dalam peningkatan mutu sekolah melalui perencanaan program-program pembelajaran dan kemajuan belajar peserta didik, serta berbagai kegiatan dan  keterlibatan secara aktif  melalui jalinan  komunikasi yang efektif antara sekolah, orang tua, komite dan masyarakat.
 Program sekolah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa sekarang maupun pada masa yang akan datang. Pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu sekolah dilakukan bersama masyarakat. Karena itu pula, sekolah harus berusaha terbuka dan mandiri, serta meningkatkan mutu profesionalisme tenaga pendidiknya.
 Untuk itu pula, pada subunit ini Anda akan diajak untuk mengkaji peran serta masyarakat yang terdiri atas elemen berikut.
1.
 Tokoh masyarakat, yaitu para orang tua siswa atau anggota masyarakat lain yang peduli terhadap pendidikan. Mereka berasal dari berbagai kelompok, golongan, pekerjaan, dan profesi.
2.
 Tokoh agama, seperti para ulama, ustaz, pendeta, dan rohaniwan lainnya. 
3.
 Dunia usaha dan dunia industri, seperti para pemilik usaha toko, pabrik, dealer kendaraan bermotor, dan wiraswastawan yang berada di lingkungan sekolah
4.
 Lembaga sosial budaya, seperti organisasi profesi, organisasi sosial, para pemuka adat, pimpinan Banjar, RT, RW, PKK, bahkan organisasi seni  budaya. 


Lalu, bagaimana peran serta mereka dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan?  Silakan simak sajian berikut ini.
Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat
 Anda tentunya telah membaca UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas. Pada Bab XV Pasal 54 dinyatakan bahwa:
(1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. 
(2)  Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber pelaksana dan pengguna hasil pendidikan. 
(3)  ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. 

Masyarakat merupakan komponen utama terselenggaranya proses pendidikan. Kontribusi masyarakat  di lingkungan sekolah perlu dioptimalkan sebagai upaya pemberdayaan dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah dengan paradigma pendidikan yang baru.  Masyarakat dapat memberikan sumbangsihnya kepada sekolah dengan memberikan masukan-masukan terutama dalam penyusunan program-program sekolah. 
 Demikian juga dalam pelaksanaan program, dukungan masyarakat perlu dioptimalkan. Rencana Pengembangan Sekolah dibuat bersama-sama oleh sekolah dan masyarakat, disampaikan secara terbuka, diperbaharui setiap tahun, dan dilaksanakan. Peningkatan peran serta masyarakat dapat dilakukan dalam bentuk peningkatan kondisi lingkungan sekolah yang  mendukung pembelajaran anak. Untuk itu, sekolah perlu menggalang hubungan baik dengan masyarakat. Sekolah memiliki program-program yang perlu dipahami masyarakat, dan sekolah juga  perlu mendengarkan saran-saran dari masyarakat. Dengan hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat, terjalin persatuan antara guru dan orang tua yang secara bersama-sama dapat memenuhi  kebutuhan pendidikan peserta didik dan peningkatan mutu belajar. Selain itu masyarakat dapat memantau dan menilai program-program sekolah agar tercipta transparasi dan akuntabilitas sekolah. Apabila jalinan antara sekolah dan masyarakat tercipta dengan baik, maka dukungan dan bantuan masyarakat terhadap pemeliharaan dan peningkatan program sekolah pun akan kian terbuka.
 Mengapa masyarakat harus terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah? Salah satu di antaranya ialah adanya keterbatasan pemerintah dalam pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Pendidikan yang baik tentu memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Simpati  masyarakat terhadap sekolah perlu dibangun agar masyarakat juga  memberikan kontribusinya secara aktif dan  optimal. Melalui keterlibatan masyarakat, maka kegiatan operasional, kinerja, dan produktivitas sekolah diharapkan dapat terbantu. Namun demikian, harus diingat bahwa peran serta, dukungan, dan simpati masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan tidaklah datang dengan sendirinya. Sekolah perlu secara proaktif dan kreatif mengembangkan hubungan kerjasama yang harmonis dan sinergis dengan masyarakat.
 Saudara mahasiswa, Anda harus mencatat bahwa partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan masyarakat secara nyata dalam suatu kegiatan. Masyarakat dapat menyumbangkan gagasan,  membantu tenaga, memberikan kritik yang membangun,  memberikan motivasi, menyumbangkan keahlian, serta memberikan dukungan terhadap  pelaksanaan pendidikan. 
 Melihat pentingnya peran masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, maka pihak sekolah perlu memberdayakan mereka. Partisipasi masyarakat tidak akan muncul sendirinya. Tak sedikit di antara mereka yang masih berpandangan bahwa pendidikan sebatas urusan pemerintah, sekolah, dan para guru. Hal ini banyak terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Berbeda dengan masyarakat pada negara maju dan negara industri. Mereka sadar betul bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. 
Dalam pelaksanaan MBS, banyak cara untuk memberdayakan masyarakat. Misalnya, dengan cara: (1) melibatkan orang tua dalam mengurus komite sekolah serta  tokoh masyarakat untuk membahas perencanaan kegiatan program-program sekolah; (2) membangun prinsip saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat; (3) memanfaatkan tenaga-tenaga terdidik, terampil dan berkecakapan di lingkungan sekolah untuk membantu pengembangan dan pelaksanaan program sekolah; serta (4) menyertakan wakil instansi dan organisasi komite sekolah dalam kegiatan sekolah, seperti ekstrakurikuler atau acara tahunan sekolah. 
Pemberdayaan komite sekolah ini, sebagaimana tujuan MBS, dimaksudkan untuk menciptakan rasa tanggung jawab melalui administrasi sekolah yang lebih terbuka. Kepala sekolah, guru, dan anggota masyarakat bekerja sama dengan baik untuk membuat Rencana Pengembangan Sekolah. Sekolah memajangkan anggaran sekolah dan perhitungan dana secara terbuka pada papan sekolah. Sudah tentu dalam bekerja komite sekolah mengedepankan prinsip keterbukaan. Keterbukaan ini dapat meningkatkan kepercayaan, motivasi, serta dukungan orang tua dan masyarakat terhadap sekolah. Banyak sekolah yang melaporkan kenaikan sumbangan orang tua untuk menunjang sekolah. 

Peran Serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama

 Saudara, menurut Anda apakah bentuk, fungsi, dan makna yang dapat dipertik dari keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam peningkatan mutu pendidikan sebagai wujud konsep MBS. Anda dapat mendiskusikan dengan teman sejawat Anda, mencari sumber dari buku dan internet, atau melalui perenungan terhadap pengalaman Anda sendiri selaku guru yang terlibat langsung dan proses pendidikan di sekolah.  Berikut ini terdapat daftar checklist yang dapat Anda isi dan komentari setelah mencermati pernyataan-pernyataannya. 

Pernyataan
Checklist [√]
Komentar dan Analisis

1. Peran serta tokoh masyarakat dan agama tidak hanya berwujud pemberian bantuan uang atau tenaga tetapi juga berupa bantuan secara suka rela membimbing siswa 
2. Program sekolah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik sekarang maupun masa yang akan datang.
3. Sekolah menerapkan disiplin dan menjunjung tinggi pronsip efisiensi dan efektivitas agar masyarakat memberikan respon positif.
4. Sekolah, Komite sekolah dan Tokoh masyarakat dan agama dapat duduk  bersama dalam satu meja untuk membahas pencapaian tujuan sekolah
5. Perlu dikembangkan pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah bersama.
6. Program kerja sekolah didiskusikan dengan tokoh masyarakat dan agama agar berorientasi pada peningkatan mutu, bukan untuk kepentingan birokrasi.
7. Keterbukaan dalam laporan pertanggungjawaban untuk semua pihak yang berkepentingan.






























Peran Serta Dunia Usaha dan Industri

 Saudara, tentu Anda memahami bahwa pada beberapa negara maju, pendidikan telah menjadi tanggung jawab masyarakat. Dunia usaha dan dunia industri memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pendidikan, baik dalam perencanaan, proses peningkatan kualitas pendidikan, maupun pemanfaatan hasil pendidikan. Sebagai contoh untuk pendidikan tinggi, peran dunia usaha dan dunia industri dalam membiayai riset-riset ilmiah sangat besar. Demikian pula untuk pendidikan dasar dan menengah, orang tua, masyarakat, perguruan tinggi, dan  kelompok-kelompok masyarakat donatur pendidikan jsangat berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai monitoring program sekolah.  Dengan mencermati peran masyarakat di negara maju serta semangat  desentralisasi pendidikan di Indonesia saat ini, diharapkan dunia usaha dan dunia industri juga turut bertanggung jawab atas kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di daerah. 
 Dalam MBS, dunia usaha dan dunia industri dapat dijadikan mitra sekolah sehingga demand approach dapat benar-benar dilaksanakan oleh setiap sekolah dalam hal perbaikan kualitas pendidikan. Dunia usaha dan industri  merupakan salah satu stakeholders pendidikan, yang dapat menopang  terjadinya pelaksanaan pendidikan yang sesuai dengan  kebutuhan masyarakat.
 Nah, peran serta dunia usaha dan industri dalam MBS dapat diwujudkan dalam bentuk partisipasi penggalangan dana, pengadaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah, penciptaan relasi eksternal yang dapat memberikan akses yang lebih luas dalam membangun hubungan sekolah dengan masyarakat, serta membantu pengembangan SDM pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan teknik-teknik pengembangan mutu. Pemahaman tentang mutu dari dunia bisnis diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Begitulah peran serta dunia usaha dan industri  untuk turut serta dalam pengembangan mutu pendidikan melalui MBS.

Peran Serta Kelembagaan Sosial Budaya

 Bagaimanakah peran serta kelembagaan sosial budaya?  Untuk memahami konsep ini, Anda harus mengenal jenis-jenis instansi-instansi atau kelompok-kelompok kelembagaan sosial budaya. Setelah Anda mengenali, temukan  jenis-jenis peran serta yang dapat diberikan oleh lembaga sosial budaya, serta menuangkannya ke dalam tabel berikut. 

Instansi/Kelompok
Jenis-jenis Peran Serta
Tenaga
Pikiran
Keahlian
Barang
Dana
Lain-lain
Paguyuban Orang tua siswa






Anggota Komite Sekolah






Lembaga Adat dan Tokoh Adat






Lembaga Keagamaan






PKK






Kelompok Seni






Kelompok Bisnis






Organisasi Profesi






GNOTA






Puskesmas








Selanjutnya, isilah tabel di bawah ini. Mulailah dengan mengidentifikasi siapa dan instansi atau kelompok mana yang mau berperan serta membantu pendidikan. Kemudian, inventarisasilah jenis-jenis peran serta masyarakat yang ada saat ini dan yang diinginkan. Berikutnya adalah menginventarisasi hambatan-hambatan dalam peningkatan peran serta masyarakat tersebut, dan menginventarisasi gagasan cara menangani hambatan-hambatan yang ada. 

Cara Mendorong
Kekuatannya
Kelemahannya
Hasil yang dicapai
1. Kelompok seni diundang sekolah dalam pertemu-an yang membahas pengadaan ekstra-kurikuler kesenian.
2......





Saudara, itulah kajian tentang peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Apabila Anda telah merasa menguasai uraian tersebut, kerjakanlah latihan di bawah ini. 

Sebagai guru, tentunya Anda telah mengalami dan mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah.  Berdasarkan beberapa tabel isian dalam  materi yang Anda pelajari tadi, buatlah sebuah rangkuman atau simpulan  yang menunjukkan  peran-peran serta masyarakat dalam Manajemen Berbasis Sekolah.

Latihan

Apakah Anda menemui kesulitan dalam menjawab latihan ini? Jika ya, cobalah cermati rambu-rambu jawaban di bawah ini. 
Kesimpulan yang Anda buat harus menunjukkan sebuah temuan dan penguatan terhadap konsep MBS bahwa potensi segenap lapisan masyarakat perlu diberdayakan. Untuk itu, dengan memanfaatkan Analisis SWOT, kajilah kekuatan, kelemahan, ancaman dan tantangan yang ada untuk mendapatkan solusi dalam melibatkan masyarakat.  

Rangkuman

 Dukungan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan sekolah melibatkan peran serta tokoh-tokoh masyarakat dan  tokoh agama,  dunia usaha dan dunia industri, serta kelembagaan sosial budaya.  Penyertaan mereka dalam pengelolaan sekolah hendaknya dilakukan secara integral, sinergis, dan efektif, dengan memperhatikan keterbukaan sekolah untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat dalam meningkatkan mutu sekolah. 

Tes Formatif 3

Kerjakanlah tes formatif ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda benar.
1.
 Program kerja sekolah didiskusikan dengan tokoh masyarakat dan agama agar:
A. berorientasi pada peningkatan mutu, bukan untuk kepentingan birokrasi.
B. tidak ada yang disembunyikan
C. mengembangkan keterbukaan
D. pendanaan dapat dirancang dengan memperhatikan keuntungan

2.   Program sekolah harus sesuai dengan ...
A. kebutuhan masyarakat, baik sekarang maupun masa yang akan datang.
B. keperluan mendesak
C. proyek yang menguntungan sekolah
D. bidang mata pelajaran unggulan sekolah
3.  Peran serta tokoh masyarakat dan agama tidak hanya berupa pemberian bantuan uang atau tenaga, tetapi juga berupa bantuan .....
A. mencarikan tenaga pengajar ekstrakurikuler
B. mendatangkan penceramah agama   
C. membimbing siswa  secara suka rela
D. semua jawaban betul  
4.  Stakeholders pendidikan meliputi ....
A. keluarga dan masyarakat
B. sekolah dan pemerintah
C. unsur pemerintah, usahawan, orang tua, masyarakat
D. tokoh politik dan kalangan ulama
5.  Menciptakan suasana belajar di sekolah yang aktif, kreatif, menyenangkan,dan 
menjunjung tinggi akhlak dan budi pekerti, merupakan .....
A.  peran serta tokoh masyarakat dan agama tidak hanya berwujud pemberian bantuan uang atau tenaga tetapi juga berupa bantuan secara suka rela membimbing siswa. 
B.  program sekolah harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik sekarang maupun masa yang akan datang.
C.  upaya sekolah dalam menerapkan disiplin dan menjunjung tinggi prinsip efisiensi dan efektivitas agar masyarakat memberikan respon positif.
D.  ikhtiar sekolah, komite sekolah dan tokoh masyarakat dan agama dapat duduk  bersama dalam satu meja untuk membahas pencapaian tujuan sekolah
6.  ”Seniman Musik dan Sastrawan Masuk Sekolah”  untuk menimbulkan motivasi dan daya apresiasi siswa dapat dibenarkan karena .....
A.  kesepakatan orang tua, sekolah, dan komite dalam menunjang program peran serta aktif masyarakat
B. bantuan orang tua siswa yang aktif dalam kesenian  dalam menunjang program peran serta aktif masyarakat
C.  perintah dinas pendidikan  dalam menunjang program peran serta aktif masyarakat
D. inisiatif kepala sekolah yang kebetulan berlatar belakang guru kesenian dalam menunjang program peran serta aktif masyarakat
7.  Penerapan konsep Total Quality Management (TQM) yang memiliki korelasi dengan praktik upaya peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik. Hal itu dapat diwujudkan sekolah melalui kerja sama dengan :
 A. dunia industri dan dunia usaha
 B. orang tua
 C. masyarakat
 D. pemerintah
8.   Undang-undang No. 20/2003 tentang Sisdiknas pada Bab XV Pasal 54. mengungkap-kan masalah  ....
       A.  peran serta masyarakat terhadap pendidikan
       B.  peningkatan mutu pendidikan
       C.  akuntabilitas pendidikan dan masyarakat
       D.  pemerataan kesempatan pendidikan
9.   Rencana Pengembangan Sekolah dan RAPBS  dibuat   oleh...
       A. sekolah
       B. kepala sekolah
       C  dinas pendidikan setempat
       D. kepala sekolah,  perwakilan orang tua, komite sekolah 
10. Organisasi profesi, organisasi sosial, para pemuka adat, pimpinan Banjar, RT, RW, PKK, dan organisasi seni  budaya merupakan ...
      A. komponen masyarakat
      B. komponen sosial budaya penunjang sekolah
      C. lembaga sosial budaya yang dapat bekerja sama dengan sekolah
      D. elemen masyarakat berbasis sosial budaya sebagai mitra kerja sekolah

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah mengerjakan Tes Formatif 3, bandingkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap subunit 3 ini, hitunglah dengan menggunakan rumus:

     Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan =      x 100
              10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
 90 – 100 = baik sekali
 80 – 89 = baik
 70 – 79 = cukup
      < 70 = kurang
Jika tingkat penguasaan Anda minimal 80%, maka Anda dinyatakan berhasil dengan baik, dan Anda dapat melanjutkan untuk mempelajari  Sub Unit berikutnya. Sebaliknya, bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80%, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, khususnya pada bagian yang belum Anda kuasai. 
Subunit 4

Komite Sekolah

audara mahasiswa,  Anda tentunya telah mengenal Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah bukan? Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah di tingkat satuan pendidikan merupakan bentuk konsep desentralisasi pendidikan baik di tingkat kabupaten/kota dan di sekolah.  Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tanggal 2 April 2002.
 Anda harus memahami bahwa dalam Keputusan Mendiknas tersebut dinyatakan bahwa peran  Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah merupakan: (1) advisory agency (pemberi pertimbangan), (2) supporting agency (pendukung kegiatan layanan pendidikan), (3) controlling agency (pengontrol kegiatan layanan pendidikan), dan (4) mediator, penghubung, atau pengait tali komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. 
Sejalan dengan upaya pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat, sekolah diharapkan  dapat membina jalinan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat. Sebagai bagian dari konsep MBS, pemberdayaan komite/dewan sekolah ini merupakan bentuk manajemen partisipatif yang melibatkan peran serta masyarakat, sehingga semua kebijakan dan keputusan yang diambil adalah kebijakan dan keputusan bersama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan bersama. Pemberdayaan Komite/Dewan Sekolah dapat diwujudkan di antaranya melalui pelibatan mereka dalam penyusunan rencana dan program  sekolah, RAPBS,  pelaksanaan program pendidikan,  dan penyelenggaraan  akuntabilitas pendidikan.
 Sewaktu sekolah ingin membangun sebuah laboratorium IPA, Musala, atau  merehabilitasi ruang kelas, pihak sekolah tidak selalu harus turun tangan sendiri baik dalam perencanaan, pendanaan dan pelaksanaannya. Mengandalkan bantuan pemerintah pun tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga mungkin tidak ada dananya. Oleh sebab itulah komite sekolah harus diberdayakan. Komite sekolah bersama kepala sekolah, dewan guru, dan orang tua murid dapat melakukan musyawarah untuk mewujudkan  rencana sekolah tersebut. 
  Dengan cara itu di antaranya,  komite sekolah dapat diberdayakan dalam menjembatani kepentingan sekolah dan partisipasi masyarakat, khususnya orang tua siswa. Dalam konteks ini, komunikasi antara sekolah dengan masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Seorang kepala sekolah dapat “menguasai” guru, staf, dan masyarakat dengan kemampuannya berkomunikasi. Dengan kemampuannya itu pula, kepala sekolah dapat mengkounikasikan program sekolah kepada komite sekolah dan masyarakat. Jadi, melalui komunikasi yang baik, seluruh elemen masyarakat dan sekolah dapat   dipersatukan secara harmonis guna mendukung pencapaian mutu pendidikan yang lebih baik. 

Pengertian, Komponen, Tugas, serta  Fungsi Pokok  Komite Sekolah

 Apakah Komite Sekolah itu?  Istilah komite sekolah saat ini mirip dengan istilah POMG dan BP3 dulu. Komite sekolah merupakan suatu badan atau lembaga nonpolitis dan nonprofit. Komite ini dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pendidikan pada tingkat sekolah. Mereka bertanggung jawab membantu sekolah dalam peningkatan kualias pendidikan di sekolah. 
 Menurut UU  RI nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.  Dari pengertian tersebut, Anda dapat simpulkan bahwa komite sekolah terdiri atas unsur: orang tua siswa, wakil tokoh masyarakat (bisa ulama/rohaniwan, budayawan, pemuka adat, pakar atau pemerhati pendidikan, wakil organisasi masyarakat, wakil dunia usaha dan industri, bahkan kalau perlu juga wakil siswa, wakil guru-guru, dan kepala sekolah.  
Setiap sekolah dapat mengembangkan kepengurusan komite sekolah sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. Susunan kepengurusan komite sekolah paling tidak terdiri atas: ketua, sekretaris, bendahara, anggota, dan  koordinator bidang, bahkan nara sumber ahli jika disepakati.  Berbagai unsur masyarakat yang menjadi orang tua siswa dapat berperan serta secara aktif dalam komite sekolah ini.
  Tugas utama komite sekolah ialah membantu penyelanggaraan pendidikan di sekolah dalam kapasitasnya sebagai  pemberi pertimbangan, pendukung program, pengontrol, dan bahkan mediator. Untuk memajukan pendidikan di sekolah, komite sekolah membantu sekolah dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar, manajemen sekolah, kelembagaan sekolah, sarana dan prasarana sekolah, pembiayaan pendidikan, dan  mengkoordinasikan peran serta seluruh lapisan masyarakat. Kedudukannya sebagai mitra sekolah.

Pemberdayaan Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

 Saudara, bagaimana memberdayakan komite sekolah untuk membantu peningkatan mutu pendidikan di sekolah? Cobalah Anda cermati pertanyaan berikut untuk merancang sebuah konsep pemberdayaan Komite Sekolah.
1.
 Masalah-masalah apa yang biasanya dihadapi Komite Sekolah dalam membantu sekolah meningkatkan mutu pendidikannya ?
2.
 Cobalah mendefinisikan masalah tersebut !
3.
 Cobalah lebih menspesifikasi masalah tersebut !
4.
 Apakah Anda sudah mengenali masalahnya dan apa solusinya? 

 
Berdasarkan yang Anda buat pada nomor 4, cobalah rancang bagaimana memberdayakan komite sekolah.  
Pada dasarnya pemberdayaan komite sekolah  dalam konteks MBS adalah melalui koodinasi dan komunikasi. Koordinasi  yang dilakukan kepala sekolah dengan para guru dan masyarakat dapat dilakukan secara vertikal, horisontal, fungsional, dan diagonal. Koordinasi dapat juga dilakukan secara internal dan eksternal. Koordinasi dilakukan secara terus menerus sebagai upaya konsolidasi untuk memperkuat kelembagaan dalam mencapai tujuan.  Contoh, mengadakan pertemuan informal antara para pejabat, serta mengadakan  rapat, baik rapat koordinasi  antara kepala sekolah dengan guru, dengan komite sekolah, maupun dengan orang tua siswa,  baik secara reguler maupun insidental. 
 Pemberdayaan dapat pula dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik. Komunikasi dalam konteks tatakrama profesional dapat meningkatkan hubungan baik antara pimpinan sekolah dengan para guru dan staf, dan pihak sekolah dengan komite sekolah.  Dalam berkomunikasi, kepala sekolah perlu: (a) bersikap terbuka, (b) mendorong para guru untuk mau dan mampu memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan  kependidikan, (c) mendorong pengembangan potensi akademik dan profesional melalui pertemuan dengan komite sekolah maupun organisasi profesi, serta (d) memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan  untuk terus mengembangkan diri. 
 Saudara, sekarang coba  perhatikan tabel di bawah ini. Seandainya Anda setuju dengan pernyataan yang berada pada kolom pertama perihal bagaimana komite sekolah memberikan kontribusi kepada sekolah, maka berilah tanda cek (V) pada kolom di sebelahnya. 

Kegiatan Komite Sekolah 
Checklist
Menyelenggarakan rapat-rapat sesuai dengan program yang ditetapkan

Bersama-sama sekolah merumuskan dan menetapkan visi dan misi

Bersama-sama sekolah menyusun standar pelayanan pembelajaran di sekolah

Bersama-sama sekolah menyusun rencana strategis pengembangan sekolah

Bersama-sama sekolah menyusun dan menetapkan  program rencana tahunan termasuk RAPBS

Membahas dan turut menetapkan pemberian kesejahteraan berupa honorarium yang diperoleh dari masyarakat kepada kepala sekolah, tenaga guru, dan tenaga administrasi sekolah.

Bersama-sama sekolah mengembangkan potensi ke arah prestasi unggulan, baik yang bersifat  kurikuler maupun ekstrakurikuler.

Menghimpun dan menggali sumber dana dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekolah.

Mengelola kontribusi masyarakat berupa uang yang diberikan kepada sekolah

Mengelola kontribusi masyarakat berupa tenaga dan pikiran yang diberikan kepada sekolah

Mengevaluasi program sekolah secara profesional sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah, yang meliputi: pengawasan penggunaan sarana dan prasarana sekolah, pengawasan keuangan baik secara berkala maupun berkelanjutan

Melakukan identifikasi berbagai masalah dan memecahkan bersama-sama dengan pihak sekolah

Membangun jaringan kerjasama dengan pihak luar sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah


  
Setelah Anda mengkajinya, maka Anda dapat membuat sebuah kesimpulan, bagaimana peran komite sekolah dalam pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah.
Sekarang Anda akan mencermati pula  secara keseluruhan indikator kinerja Komite Sekolah  sebagaimana dikembangkan oleh Tim Pengembangan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Ditjen Dikdasmen Depdiknas.  Perhatikan tabel di bawah ini. 

PERAN KOMITE SEKOLAH
FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN
INDIKATOR KINERJA
Badan Pengontrol (Controlling Agency)
1.  Mengontrol perencanaan pendidikan di sekolah
 
 
 
 
 
  
2. Memantau pelaksanaan program  sekolah
 
 
 
   
3. Memantau out put pendidikan
 






Mengontrol proses pengambilan keputusan  di sekolah.
Mengontrol kualitas kebijakan di sekolah.
Mengontrol  proses perencanaan pendidikan di sekolah
Pengawasan terhadap kualitas perencanaan sekolah
Pengawasan terhadap kualitas program sekolah.
Memantau organisasi sekolah
Memantau penjadwalan program sekolah
Memantaua alokasi anggaran untuk pelaksanaan program sekolah.
Memantau sumber daya pelaksana  program sekolah.
Memantau partisipasi stake-holder pendidikan dalam pelaksanaan program sekolah.
Memantau hasil ujian akhir.
Memanatau angka partisipasi sekolah
Memantau angka mengulang sekolah
Memantau angka bertahan di sekolah.

Badan Pertim-bangan (Advisory Agency )
1.   Perencanaan sekolah
 
 
 
 
  
 

a. Identifikasi sumber daya pendidikan dalam masyarakat.
b. Memberikan masukan untuk penyusunan RAPBS.
c. Menyelenggarakan rapat RAPBS (sekolah, orang tua siswa, masyarakat)
d. Memberikan pertimbangan perubahan RAPBS.
e. Ikut mengesahkan RAPBS bersama kepala sekolah.

 
 
2.   Pelaksanaan Program
a.     Kurikulum
b.     PBM
c.     Penilaian
 

1. Memberikan masukan terhadap proses pengelolaan pendidikan di sekolah.
2. Memberikan masukan terhadap proses pembelajaran kepada para guru. 

 
3.   Pengelolaan Sumber daya Pendidikan 
a.     SDM
b.     S/P
c.     Anggaran
 

a. Identifikasi potensi sumber daya pendidikan  dalam masyarakat.
b. Memberikan pertimbangan tentang tenaga kependidikan yang dapat diperbantukan di sekolah.
c. Memberikan pertimbangan tentang sarana dan prasarana yang dapat diperbantukan di sekolah.
d. Memberikan pertimbangan tentang anggaran yang dapat dimanfaatkan di sekolah. 

Badan Pendukung (Supportinng Agency)

1. Pengelolaan Sumber Daya








2. Pengelolaan Sarana dan Prasarana







3. Pengelolaan Anggaran






a. Memantau kondisi ketenagaan pendidikan di sekolah.
b. Mobilisasi guru sukarelawan untuk menanggulangi kekurangan guru di sekolah.
c. Mobilisasi tenaga kependidikan non guru untuk mengisi kekurangan di sekolah.


a. Memantau kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
b. Mobilisasi bantuan sarana dan parasarana  sekolah.
c. Mengkoordinasi dukungan sarana dan parasarana  sekolah
d. Mengevaluasi pelaksanaan dukungan sarana dan prasarana sekolah.


a. Memantau kondisi anggaran pendidikan di sekolah.
b. Memobilisasi dukungan terhadap anggaran pendidikan di sekolah.
c. Mengkoordinasikan dukungan terhadap anggaran pendidikan di sekolah.
d. Mengevaluasi pelaksanaan dukungan anggaran di sekolah. 


Badan Penghubung (Mediator Agency)
1. Perencanaan

















2. Pelaksanaan program

















3.   Pengelolaan Sumber Daya pendidikan


a. Menjadi penghubung antara Komite Sekolah dengan masyarakat, Komite Sekolah dengan sekolah, dan Komite Sekolah dengan Dewan Pendidikan.
b. Mengidentifikasi aspirasi masyarakat untuk perencanaan pendidikan.
c. Membuat usulan kebijakan dan program pendidikan kepada sekolah


d. Mensosialisasikan kebijakan dan program  sekolah kepada masyarakat
e. Memfasilitasi berbagai masukan kebijakan program terhadap sekolah
f. Menampung pengaduan dan keluhan  terhadap kebijakan dan program sekolah
g. Mengkomunikasikan pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap  sekolah


h. Mengindentifikasi kondisi sumber daya di sekolah
i. Mengidentifikasi suber-sumber daya masyarakat
j. Memobilisasi bantuan masyarakat untuk pendidikan di sekolah
k. Mengkoordinasikan bantuan masyarakat



Latihan

Setelah Anda mengkaji  materi  pada subunit ini, jawablah pertanyaan berikut menurut bahasa Anda sendiri.
1.
 Sejauh manakah komite sekolah berperan dalam konteks MBS terutama dalam  peningkatan mutu pendidikan di sekolah ?
2.
 Sebutkan peran-peran komite sekolah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.


Jika Anda kesulitan menjawab pertanyaan dalam latihan tersebut, cermatilah rambu-rambu jawaban di bawah ini.
1.
 Tugas utama komite sekolah ialah membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah dalam kapasitasnya sebagai  pemberi pertimbangan, pendukung program, pengontrol, dan bahkan sebagai mediator. Untuk memajukan pendidikan di sekolah, maka komite sekolah ini membantu keberhasilan penyelenggaraan proses belajar mengajar, manajemen sekolah, kelembagaan sekolah, sarana dan prasarana sekolah, pembiayaan pendidikan,dan  mengkoordinasikan peran serta masyarakat. Kedudukan komite sekolah adalah sebagai mitra pihak sekolah.
2.
 Komite sekolah berperan sebagai badan pertimbangan,  badan pendukung, badan pengontrol, dan badan penghubung. 


Rangkuman

 Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik apabila komite sekolah diberdayakan secara optimal. Komite sekolah dbentuk sebagai mitra sekolah dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  Dalam pelaksanaannya komite sekolah bekerja berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. 
Sebagai mitra sekolah, komite sekolah memiliki peran sebagai (1) advisory agency (pemberi pertimbangan), (2) supporting agency (pendukung kegiatan layanan pendidikan), (3) controlling agency (pengontrol kegiatan layanan pendidikan), dan (4) mediator atau penghubung atau pengait tali komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Sejalan dengan upaya memberdayakan dan meningkatkan peran masyarakat, sekolah diharapkan  dapat membina jalinan kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Sebagai bagian dari konsep Manajemen Berbasis Sekolah, pemberdayaan komite/dewan sekolah ini merupakan wujud manajemen partisipatif yang melibatkan peran serta masyarakat, sehingga semua kebijakan dan keputusan yang diambil adalah kebijakan dan keputusan bersama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Tes Formatif 4

Kerjakanlah tes formatif ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang menurut Anda benar.
1.  Komite sekolah dibentuk dengan perannya sebagai ....
A.
 mitra sekolah dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  
B.
 penghubung sekolah dengan orang tua dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  
C.
 penilai  sekolah dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  
D.
 penghubung sekolah dengan orang tua dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  

2.  Dalam pelaksanaan MBS, komite sekolah merupakan ....
A.
 mitra sekolah dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  
B.
 representasi dari berbagai kalangan masyarakat
C.
 wujud pemberdayaan sekolah
D.
 upaya pemberdayaan masyarakat  dalam mengembangkan diri menuju peningkatan kualitas pendidikan.  

3. Memantau kondisi anggaran pendidikan di sekolah  merupakan salah satu fungsi komite sekolah sebagai ....
A.  advisory agency
B.  supporting agency
C.  mediator agency
D.  controlling agency
4.  Mensosialisasikan kebijakan dan program  sekolah kepada masyarakat, memfasilitasi berbagai masukan kebijakan program terhadap sekolah, menampung pengaduan dan keluhan  terhadap kebijakan dan program sekolah, serta mengkomunikasikan pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap sekolah, merupakan peran komite sekolah sebagai .....
A.  advisory agency
B.  supporting agency
C.  mediator agency
D.  controlling agency
5.  Memberikan masukan terhadap proses pembelajaran kepada para guru merupakan fungsi komite sekolah sebagai .....  
A.  advisory agency
B.  supporting agency
C.  mediator agency
D.  controlling agency
6. Dasar hukum tentang komite sekolah ialah ......
A. Undang-undang RI No. 20/2003 tentang Sisdiknas
B. Peraturan Menteri
C. Peraturan Daerah
D. Keputusan Presiden
7. Sekolah memasukkan penerbit dalam komite sekolah. Penerbit memberikan sumbangan keuangan untuk sekolah. Para guru menuliskan buku-buku panduan berbagai mata pelajaran yang akan diterbitkan oleh penerbit tersebut. Upaya tersebut merupakan ....
A. Pelibatan komite sekolah dalam  pengembangan pendidikan sekolah
B. Pemanfaatan komite sekolah dalam pengembangan pendidikan sekolah
C. Pendayagunaan komite sekolah untuk pencapaian tujuan pendidikan
D. Penggunaan kesempatan untuk pengembangan pendidikan sekolah
8. Sebagai bagian dari konsep Manajemen Berbasis Sekolah, pemberdayaan komite/dewan   sekolah ini merupakan wujud dari ....
A. manajemen praktis
B. manajemen kritis
C.  manajemen partisipatif
D. manajemen mutu
9. Mengelola kontribusi masyarakat berupa uang yang diberikan kepada sekolah merupakan :
A. salah satu tugas guru
B. salah satu tugas kepala sekolah
C. salah satu tugas komite sekolah
D. salah satu tugas keterlibatan orang tua 
10. Pada dasarnya upaya memberdayakan komite sekolah  dalam konteks MBS dilakukan melalui .....
A. koodinasi dan komunikasi
B. penguatan
C. pengambilan keputusan
D. pengorganisasian  komite

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah mengerjakan Tes Formatif 4, bandingkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Subunit 4,  hitunglah dengan menggunakan rumus:
     Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan =      x 100
              10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
 90 – 100 = baik sekali
 80 – 89 = baik
 70 – 79 = cukup
      < 70 = kurang

Jika tingkat penguasaan Anda minimal 80%, maka Anda dinyatakan berhasil dengan baik, dan Anda dapat melanjutkan untuk mempelajari  Unit berikutnya. Sebaliknya, bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80%, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, khususnya pada bagian yang belum Anda kuasai. 













Kunci Jawaban Tes Formatif

Kunci Tes Formatif 1
5.
 D      6.  A
6.
 A      7.  A
7.
 C      8. C
8.
 A      9.  A
9.
 A      10. A


Kunci Tes Formatif 2
1.
 A      6.  B
2.
 D      7.  C
3.
 A      8.  A
4.
 B      9.  C
5.
 C      10. C


Kunci Tes Formatif 3
8.
 A      6.  A
9.
 A      7.  A
10.
 C      8.  A
11.
 C      9.  D
12.
 C      10. C


Kunci Tes Formatif 4
1.
 A      6.  A
2.
 A      7.  A
3.
 D      8.  C
4.
 C      9.  C
5.
 A      10. A








Daftar Pustaka

Abu Duhou, I. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Terjemahan  Noryamin Aini, dkk. Jakarta: Logos.
Danim, Sudarwan. 2006. Visi Baru Manajemen Sekolah dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.
Fatah, Nanang. 2004. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah. Bandung: Pustaka Bani Quraisy
   Mulyasa, E.  2006. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Rosda
Sediono, dkk. 2003.  Paket Pelatihan Awal untuk  Sekolah dan Masyarakat Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan Anak Program MBS. Jakarta: Depdiknas, Unesco, Unicef,  Nzaid.
Suderajat, Hari. 2005. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Bandung: Cipta Cekas Grafika.
Glosarium


Peran Serta Masyarakat
:
kontribusi  atau sumbangan dan  keikutsertaan masyarakat dalam menunjang sesuai hal atau kegiatan, termasuk dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
Akuntabilitas
:
kemampuan dalam memberikan informasi, penjelasan, pertanggungjawaban kinerja kepada berbagai pihak yang berkepentingan atau kepada stakeholders pendidikan.
Analisis SWOT
:
sebuah pendekatan dalam melakukan analisis suatu kebijakan publik dengan menekankan pengkajian kepada aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kekuatan dan Kelemahan  berasal dari aspek internal, sedangkan Peluang dan Ancaman bersumber kepada eksternal.
TQM
:
singkatan dari Total Quality Management, yaitu manajemen mutu terpadu yang dilakukan oleh setiap tingkatan manajemen dan bagian-bagian dalam sebuah sistem kelembagaan dengan tujuan untuk memberikan layanan yang memuaskan terhadap pengguna atau costumer. Dalam bidang pendidikan, pengguna internal adalah siswa dan pengguna eksternal adalah masyarakat.
Dewan Sekolah 
:
disebut pula komite sekolah sebagaimana dalam UU Sisdiknas. Ada pula Komite Madrasah. Komite Sekolah/ Madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.
Fungsi Komite Sekolah
:
tugas dan peran yang melekat pada komite sekolah dalam menjalankan tugasnya. Fungsi komite sekolah meliputi fungsi:  advisory agency atau fungsi yang bekaitan dengan pemberian pendapat, saran, dan masukan kepada sekolah;   supporting agency yaitu fungsi pendukung terhadap segala kebijakan sekolah yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan; mediator agency yaitu fungsi komite sekolah yang menjembatani kepentingan sekolah dengan stakeholders pendidikan; serta   controlling agency adalah fungsi pengontrol  bagi jalan pelaksanaan  pendidikan di sekolah dan akuntabilitasnya





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar