Animated flag images by 3DFlags.comSEMOGA SEMUA YANG SAYA UPLOAD DI BLOG INI BERGUNA BAGI TEMAN-TEMAN, BLOG INI SEBAGIAN BESAR BERISI TENTANG BAHAN-BAHAN KULIAH SAYA YANG JUGA SAYA GUNAKAN SEBAGAI ARSIP SENDIRI, JADI BANYAK YANG BUKAN TULISAN SAYA SENDIRI... MOHON DIMAKLUMI Animated flag images by 3DFlags.com

Minggu, 16 Oktober 2011

Penelitian Eksperimen,

PENDAHULUAN

       I.            LINGKUP BAHASAN
Pada pembahasan ini kita akan membahas konsep penelitian eksperimen, perbedaan eksperimen dengan penelitian yang lain, macam  - macam variabel dalam eksperimen, eksperimen dalam bidang sosial, humaniora dan pendidikan kurikulum, validitas dalam penelitian eksperimen, faktor –faktor yang berhubungan dengan validitas internal dan eksternal, desain ekdperimen dan model – model desain, macam –macam eksperimen : eksperimen murni, eksperimen kuasi, eksperimen lemah dan eksperimen subjek tunggal.

    II.            TUJUAN
·         Menjelaskan konsep penelitian eksperimen
·         Menjelaskan disertai contoh tentang macam – macam variabel dalam penelitian eksperimen
·         Menjelaskan penggunaan penelitian eksperimen dalam bidang sosial-humaniora khususnya pendidikan, kurikulum, dan pembelajaran
·         Menjelaskan macam-macam faktor yang berhubungan dengan validitas internal
·         Menjelaskan macam-macam faktor yang berhubungan dengan validitas external
·         Merancang penelitian model eksperimen murni dalam bidang kurikulum atau pembelajaran
·         Merancang penelitian eksperimen kuasi dalam bidang kurikulum dan pembelajaran





ISI
A.    Konsep Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen merupakan pendekatan kuantitatif yang memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Pendekatan penelitian ini banyak digunakan dalam penelitian sains, sebab awal pengembangannya adalah dalam bidang tersebut. Penelitian – penelitioan dalam bidang sains seperti fisika, kimia dan biologi hampir seluruhnya ditujukan untuk menguji pengaruh hubungan sebab akibat dari suatu atau beberapa variabel. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang nkhas, yng diperlihatkan oleh dua hal, pertama, penelitian eksperimen menguji secara langsung pengarug suatu variabel terhadap variabel lain, kedua menguji hipoteasis hubungan sebab – akibat.
Variabel dalam eksperimen ditujukan untuk mengetahui hubungan antara dua hal, segi, aspek, komponen atau lebih. Hal segi aspek atau komponen tersebut disebut variabel atau memiliki kualitas atau karakteristik yang bervariasi. Sedangkan hal, segi, aspek dan komponen yang sama atau iodak bervariasi disebut konstan.
·         Variabel kualitatif       : variabek yang bervariasi kualitasnya
·         Variabel kuantitatif     :.variabel yang bervariasi jumlah atau tingkatanya
·         Variabel kategorial      : variabel yang bervariasi jenisnya
Hubungan antar variabel bisa berbentuk hubungan korelasional, saling hubungan atau hubungan sebab – akibat.
·         Hubungan korelasional menunjukan saling hubungan antara dua variabel atau lebih
·         Hubungan sebab – akibat menunjukan pengaruhn antara suatu variabel terhadap variabel yang lain
Hubungan sebab-akibat atau pengaruh dalam eksperimen dirancang dalam suati desain yang disebut sebagai desai eksperimen. Dalam desain tersebut dibedakan antatara variabel atau variabel-variabek yabg diberi pengaruh. Variabel yang memberi pengaruh disebut variabel perlakuan ( treatment variable ), variabel bebas ( independent variable ) , variabel eksperimen ( eksperimental varible ), variabel intervensi ( intervention veriable ). Variabel yang diukur sebagai akibat dari variabel yang memberi pengaruh disebut sebagai variabel terikat ( dependent variabel ), variabel akibat atau hasil ( out come variabel ), variabel posttes atau variabel triteria ( posttest or triterion variable). Disamping kedua jenus variabel tersebut juga ada variabel ekstranus dan variabel penyela. Variabel ekstranus (extraneous variable ) adalah variabel bebas yang bila tidak dikontrol akan berpengaruh terhadap varriabel terikat, variabel ini masih bisa dan harus dikontrol. Variabel penyela ( interveing variabel ) adalah variabel yang memungkinkan besar pwngaruh pada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terlkat dan sangat suliut untruk bisa dikontrol.
B.     Eksperimen dibidang ilmu sosial dan humaniora
Dewasa ini penelitian eksperimental juga banyak digunakan dalam penelitian bidang sosial dan humaniora, termasuk pendidikan dan kurikulum – pembelajaran. Ciri utama penelitian eksperimental adalah adanya pengontrolan variabel dan pemberlakuan terhadap kelompok eksperimen. Untuk menguji pengaruh hubungan tersebut minimal diambil 2 kelompok sempel yang mewakili satu populasi. Kedua kelompok diambil secara acak atau memiliki karakteristik yang sama atau disamakan. Kita ketahui bahwa suatu kelompok umpamanya kelompok siswa, memiliki sejumlah karakteristik seperti kecerdasan, bakat, minat, motifasi, kebiasaaan belajar, kondisi fisik, kesehatan, dst. Dalam penelitian ini karakteristik-karakteristik dari kelompok-kelompok yang akan dilibatkan dalam eksperimen harus sama, dicari yang sama atau disamakan.
C.     Validitas internal dan eksternal
Agar eksperimen memberikan hasil yang meyakinkan semua variabel eksteranus harus dikontrol. Kalau variabel- variabel tersebut tidak dikontrol, sulit disimpulkan bahwa variabel akibat atau variabel terikat tersebut disebabkan atau karena pengaruh variabel bebas.
Campbell dan standlein mengemukakan ada 12 hal yang perlu dikontrol dalm validitas internal : - History : perlakuan dalam bidang sosial dan pendidikandilakukan dalam jangka waktu tertentu.
-          Maturation : selama perlakuan diberikan kelompok eksperimen juga mengalami perkembangan , pengetahuan bertambah, kematangannya meningkat, sehingga berpengaruh pada hasil eksperimen.

-          Testing : eksperimen dilakukan pretes dan post test.
-          Instrumention : dampak negative dari instrument yang digunakan hanya bersifat pedoman pengamatan atau wawancara.
-          Statistical regression : regresi statistic dan kecenderungan subjek yang mendapat skor rendah dalam tes pertama akan naik pada tes ulangan.
-          Differential selection : dalam pembentukan kelompok eksperimen  dan kelompok control sering terjadi pilihan yang berbeda sehingga kedua kelompok kurang jadi homogen.
-          Eksperimental mortality : pelaksanaan eksperimen terjadi pengurangan jumlah anggota dari kelompok eksperimental.
-          Selection – maturation interaction : pemilihan kelompok eksperimental tidak dapat dihindari adanya perbedaan rata-rata tingkat perkembangan kedua kelompok.
-          Eksperimental treatment diffusion : perangkat dan kegiatan pendukungnya mungkin diketahui dan dipinjam oleh pelaksana kemudian di terapkan pada kelompok eksperimen.
-          Compensatory revalry the control group : kelompok yang diperbandingkan dengan    kelompok eksperimen.
-          Compensatory equalization of treatmens : kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan fasilitas dan layanan yang baik, maka kelompok pengontrol juga diberi fasilitas juga layanan yang baik walaupun dalam kegiatan yang biasa perbaikan fasilitas dan layanan tersebut dapat menurunkan signifikansi perbedaan hasil pemberian perlakuan.
-          Resentful Demomtralization of the control group :

D.    Validitas populasi
1)      Kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen terhadap sample dapat berlaku bagi populasi.
2)   Perlakuan yang berbentuk pengajaran, pembimbingan, pengawasan terkait dengan           faktor kepribadian para pelaksanaan perlakuan.

E.     Validitas ekologis
1)      Peneliti menjelaskan perlakuan yang diberikan sejelas mungkin.
2)      Dalam pemberian perlakuan memperlihatkan adanya perbedaan eksperimen kedua lebih baik dari yang pertama yang ketiga lebih baik dari yang kedua sehingga perlakuan sesungguhnya tidak bisa digeneralisasikan.
3)      Guru yang dilibatkan dalam eksperimen pembelajaran umpamanya juga diberi fasilitas dan  juga perhatian khusus.
4)      Dalam pelaksanaan eksperimen ada beberapa hal yang dirancang dan dikelola secara khusus rancangan dan pengelolaan khusus ini belum tentu dapat digeneralisasikan.
5)      Isi dan kegiatan pretes ada hubungannya dengan perlakuan sehingga dapat mempengaruhi hasil.
6)      Isi dan bentuk kegiatan perlakuan meningkatkan kesiapan partisipan dalam menghadapi posttes.
7)      Generalisasi hasil penelitian dipengaruhi oleh bentuk pengukuran dari variabel terikat dalam posttes. Hasil dari posttes lebih tinggi bila menggunakan bentukk pilihan jamak dibandingkan dengan menggunakan tes uraian.
8)      Hasil dari posttes dipengaruhi waktu pelaksanaan posttes. Hasil postes lebih tinggi bila diberikan segera setelah perlakuan dibandingkan dengan bila diberikan lama setelah perlakuan.

F.      Desain ekperimen
Desain eksperimen lama yang banyak digunakan adalah model desain sistematik yang dikembangkan oleh Egon Bronswich. Dalam model desain ini beberapa perlakuan, prites dan postes diberikan. Variabel-variabel lainnya ada yang di kontrol dan ada pula yang tidak dikontrol. Model desain ini dipandang bersifat semu dan kurang alamiah sehingga kurang memiliki generalisasi.
Model desain eksperimen yang lebih kuat generalisasinya adalah model representatif yang dikembangkan oleh richard snow. Model representatif merupakan suatu proses perencanaan eksperimen yang disusun dengan bertolak dari keadaan lingkungan yang sesungguhnya dan keadaan partisipan yang alamiah. Desain ini menempatkan model penelitian kuantitatif paralel dengan kualitatif, berupa studi tentang perilaku manusia dalam seting alamiah dan penekanan pada kajian enik, kajian dari pandangan partisipan bukan dari pandangan peneliti.
Desain ini memiliki beberapa asumsi. Pertama, bahwa karakteristik lingkungan yang bersifat alamiah adalah kompleks dan saling terkait. Kita tidak dapat menyerdehanakannya hanya pada satu karakteristik lingkungan dan memandang yang lain konstan, sebab sesuatu karakteristik itu berubah demikian juga yang lainnya. Kita perlu mempelajari lingkungan belajar sebagai suatu ekologi seperti halnya para ahli biologi memandang lingkungan alam.
Kedua, bahwa manusia adalah pemroses informasi yang aktif, reasi terhadap perlakuan tidak secara pasif. Dalam mendesain eksperimen hakikat manusia sebagai indifidu yang belajar secara aktif harus mendapat perhatian serius. Asumsi yang terkait dengan keyakinan ini, bahwa manusia dalam belajar akan menyesuaikan diri dengan lingakungannya.
Yang terakhir, karena organisme manusia bersifat komples maka perlakuan eksperimen akan mempengaruhi manusia khususnya pembelajar dengan cara yang sangat komples pula. Suatu metode mengajar dirancang untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam mata pelajarn tertentu tetapi itu juga akan mempengaruhi sikap siswa dan pengetahuan mereka dalam mata pelajaran lainnya.
Eksperimen murni sangat sulit dilakukan dalam pendidikan dan kurikulum pembelajaran. Desain eksperimen representatif adalah model desain yang dipandang paling cocok dalam bidang pendidikan dan kurikulum-pembelajaran. Snow memberikan beberapa saran tentang penyusunan dan pelaksanaan eksperimen representatif.
1.      Lakukan penelitian dalam seting pendidikan yang nyata atau dalam lingkungan yang memungkinkan untuk dilakukan generalisasi.
2.      Masukkanlah beberapa variasi lingkungan ke dalam desain eksperimen.
3.      Amatilah apa yang secara nyata di lakukan oleh partisipan (siswa) selama eksperimen berlangsung.
4.      Kajilah konteks sosial dari lingkungan di mana eksperimen akan dilakukan.
5.      Siapkan dengan baik para partisipan yang akan ikut dalam eksperimen.
6.      Adakan pengendalian perlakuan yang memungkinkan para partisipan menggunakan pendekatan yang biasa mereka lakukan dalam kegiatan mereka (belajar).
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan eksperimen.
1.      Bias dalam eksperimen
Adalah harapan peneliti tentang hasil penelitian yang secara tidak sengaja disampaikan atau ditularkan kepada partisipan, sehingga mempengaruhi perilaku partisipan.


2.      Ketetapan perlakuan (treatment videlity)
Dalam penelitian ada peneliti (researcher, investigator), pelaku eksperimen (eksperimenter), dan partisipan atau peserta eksperimen (partisipan). Peneliti adalah perencana, penafsir data, dan juga penanggungjawab seluruh penelitian. Pelaku eksperimen adalah orang membantu peneliti memberikan perlakuan kepada partisipan dia adalah pemberi perlakuan dan pengumpul data. Partisipan adalah orang yang diberi perlakuan atau ikut melakukan kegiatan yang dicobakan. Ketepatan perlakuan adalah tingkat ketepatan pemberian perlakuan oleh pelaku eksperimen berdasarkan desain yang dirancang oleh peneliti.
Eksperimen yang baik adalah memiliki ketepatan yang tinggi. Dalam pelaksanaan eksperimen yang kurang baik ketepatan ini bisa sangat rendah.
3.      Sempel acak
Dalam eksperimen baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol harus merupakan sempel acak (random, sampling, random treatment). Pengambilan sempel dapat dilakukan secara acak apabila sempel tersebut homogen atau memiliki karakteristik yang sama. Sempel homogen diperoleh karena telah diseleksi berdasarkan pengontrolan variabel.
MACAM- MACAM RANCANGAN EKSPERIMEN
Rancangan Penelitian Eksperimen
Rancangan yang akan diterapkan dalam penelitian eksperimen meliputi: pra-eksperimental, eksperimen murni, dan eksperimen kuasi.
1.       Rancangan Pra-Eksperimental
Rancangan pra-eksperirnental yang sederhana ini berguna untuk mendapatkan informasi awal terhadap pertanyaan pada penelitian. Ada tiga hal yang lazim digunakan pada rancangan pra-eksperimental, yaitu:
·         Studi kasus bentuk tunggal (one-shot case study)
·         Tes awal – tes akhir kelompok tunggal (the one group pretest posttest)
·         Perbandingan kelompok statis (the static group comparison design)
·         Pra eksperimental



Desain Prates-Pascates satu kelompok
Kelompok                   prates              perlakuan                   pascates
       A                                  0                                             0
Dalam model desain ini kelompok tidak diambil secara acak atau pasangan, juga tidak ada kelompok pembanding tetapi diberi tes awal dan tes akhir disamping perlakuan. Sebelum dilaksanakan pelatihan diadakan tes awal kemudian diberi pelatihan dalam jangka waktu tertentu, pada akhir masa pelatihan diberi tes akhir. Hasil kedua tes, dibandingkan perbedaanya menunjukan dampak dari pelatiahan tersebut karena tidak diadakan pengontrolan variabel, dampak tersebut masih diragukan, apakah itu betul karena pelatihan atau karena faktor lain yang tidak diukur seperti pendidikan pengalaman, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sebelumnya, kecerdasan, motivasi.

2.        Rancangan Eksperimen Murni
Rancangan eksperimen murni ini mempunyai tiga karakteristik, yaitu:
·         Adanya kelompok kontrol.
·         Siswa ditarik secara ramdom dan ditandai untuk masing-masing kelompok.
·         Sebuah tes awal diberikan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok.
 
Dua rancangan eksperimen secara garis besar dijelaskan sebagai berikut.
·         Rancangan secara acak dengan tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest only control group design)
·         Rancangan secara acak dengan tes awal dan tes akhir dengan kelompok kontrol (the randomized pretest-posttest control group design)
·         Empat kelompok solomon (the randomized solomon four group design)
·         Rancangan secara acak dengan pemasangan subjek melalui tes tes akhir dan  kelompok kontrol (the randomized posttest – only control group design)
·         Rancangan secara acak dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized pretest – posttest cont rot group design, using).


Beberapa model eksperiman murni :
Desain kelompok pembanding prates-pasca past beracak
Kelompok                               prates              perlakuan                   pascates
Acak    A (KE)              0                                                                               0
Acak    B (KE)              0                                                                               0
Acak    C (KE)              0                                                                               0
Ekperiman dilakaukan terhapad tiga kelompok masing-masing diambil secara acak terhadap ketiganya diberikan tes awal kemudian kelompok A diberi perlakuan 1, kelompok B diberi perlakuan 2, kelompok C diberi perlakuan 3, setelah itu diberikan tes akhir. Perrlakuan 1, 2, dan 3 merupakan perlakuan dalam rumpun yang sejenis tetapi berbeda-beda umpumanya dalam metode mengajar digunakan metode pengamatan, percobaan, pemecahan masalah. Hasil dari tes awal dan akhir masing-masing kelompok diperbandingkan.

3.        Rancangan Eksperimen Kuasi/Semu (Quasi—Experimental Design)
Rancangan eksperimental kuasi ini memiliki kesepakatan praktis antara eksperimen kebenaran dan sikap asih manusia terhadap bahasa yang ingin kita teliti. Beberapa rancangan eksperimen kuasi (eksperimen semu), yaitu:
·         Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes akhir dan kelompok kontrol (the
randomized posttest – only control group design, using matched subject).
·          Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok
kontrol (the randomnized posttest – only control group design, using matched subject),
·         Rancangan tiga perlakuan dengan pengaruh imbangan (a three treatment counter
balanced, using matched subject
) .
·         Rancangan rangkaian waktu (a basic time-series design)
·         Rancangan faktorial (factorial design).
Desain kelompok control prates-pascates berpasangan
Kelompok                               prates              perlakuan                        pascates
Pasangan     A (KE)                 0                                  X                                            0
Pasangan     B (KK)                  0                                                                                0

Model eksperimen ini sama dengan desain kelompok control prates-pascates beracak, tetapi pengambilan kelompoknya tidak dilakukan secara acak penuh, hanya satu karakteristik saja atau diambil dengan dipasangkan.

4.       Eksperimen subjek – tunggal
Beberapa variasi dari desain eksperimen subjek – tunggal yaitu : Desain A – B, A adalah lambang dari data garis dasar (baseline data) sedang B untuk data perlakuan (treatment data).

Intervensi
Data garis dasar                                                                                  Data perlakuan
                                    X         X         X         X         X         X
            0          0          0          0          0          0          0          0          0          0          0          0
  Waktu
Dalam garis dasar yang diberi lambang A belum ada perlakuan tetapi karena ada pengamat sering kali ada perubahan kegiatan. Kegiatan diamati sampai dalam berada stabil. Setelah stabil baru diberi perlakuan, pengaruh dari pemberian perlakuan terus diamati samapai kegiatan tersebut stabil dan diberi lambang B. perbedaan kegiatan, kemampuan , pengetahuan antara sebelum diberi perlakuan (garis dasar A) dan setelah diberi perlakuan (perlakuan B) menunjukan pengaruh dari perlakuan.









PENUTUP

Penelitian eksperimental merupakan, penelitian untuk mengatur pengaruh suatu atau beberapa variabel terhadap variabel lain. Eksperimen berbeda dengan penelitian lain sebab menggunakan kelompok control selain kelompok eksperimen. Penelitian eksperimen dapat digunakan dalam bidan pendidikan dan kurikulum pembelajaran.
Penelitian eksperimental menuntut terjaminnya validitas internal berkenaan dengan sejarah, kematangan, pengetesan, instrument, regresi statistik, pemilihan yang selalu berubah, pemilihan kelompok, kebocoran dalam perlakuan upaya lebih sungguh-sungguh dari kelompok control, prelakuan yang mendekati sam terhadap kelompok eksperimen dengan kelompok control, perbedaan tingkat moral pada kedua kelompok dalam eksperimen.
Validitas eksternal berkaitan dengan generalisasi hasil dari sample terhadap populasi, pengaruh faktoe-faktor kepribadian peneliti terhadap eksperimen, desain eksperimen yang eksplisit, sailing pengaruh antar perlakuan, efek Hawthrone (karena tahu diteliti), karena yang dicobakan adalah hal baru, efek yang mencobakan, efek pretes dan posttes, efek dari pelaksanaan eksperimen. Efek pengukuran dan efek waktu ada beberapa macam eksperimen yaitu eksperimen murni, eksperimen kuasi, eksperimen pra ekperimental dan eksperiman subjek-tunggal. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar